STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk mencabut status penghentian sementara (suspensi) perdagangan dua saham emiten. Keduanya adalah PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) dan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS). Pencabutan ini juga berlaku untuk Waran Seri I GRPM (GRPM-W).
Menurut Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Bursa membuka kembali perdagangan kedua saham ini mulai sesi I tanggal 26 Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah otoritas bursa melakukan penilaian mendalam atas pergerakan harga saham tersebut. Sebelumnya, perdagangan kedua emiten ini sempat dihentikan karena lonjakan harga yang terlalu drastis.
“Suspensi atas perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 26 Januari 2026,” ujar Yulianto dalam keterbukaan informasi, Jumat (23/1/2026).
Investor kini bisa kembali mentransaksikan saham-saham tersebut pada awal pekan depan.
Sebelumnya, saham GRPM disuspensi sejak sesi I tanggal 12 Januari 2026. Langkah tersebut merujuk pada pengumuman bursa tanggal 9 Januari 2026. BEI menilai perlu melakukan tindakan tersebut sebagai bentuk perlindungan bagi para investor. Hal ini dipicu oleh peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
Sementara itu, saham AIMS baru saja terkena suspensi pada hari ini, 23 Januari 2026. Otoritas bursa melakukan penghentian sementara dalam rangka cooling down. Tujuannya memberikan waktu yang cukup bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasi mereka secara matang. Keputusan suspensi ini menyusul lonjakan harga saham AIMS pada perdagangan 22 Januari 2026.
Harga Saham
Saham GRPM mencatat kenaikan harga kumulatif yang signifikan. Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 9 Januari 2026, GRPM ditutup di Rp134. Harga ini naik Rp12 atau 9,84% dibanding penutupan Kamis, 8 Januari 2026, di Rp122.
Pada perdagangan hari itu, GRPM dibuka di Rp134. Saham ini bergerak stabil di level tersebut. Harga Rp134 menjadi level tertinggi sekaligus terendah harian. Volume transaksi mencapai 4.677.300 saham.
Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi GRPM berada di Rp134 pada 9 Januari 2026. Harga terendah tercatat Rp92 pada 2 Januari 2026. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak di kisaran Rp42 hingga Rp134. Kapitalisasi pasar GRPM tercatat sekitar Rp207 miliar.
Sementara itu, saham AIMS melonjak tajam pada perdagangan Kamis, 22 Januari 2026. AIMS naik 24,43% atau bertambah Rp160 ke level Rp815 dari posisi sehari sebelumnya di Rp655.
Pada hari tersebut, AIMS dibuka di Rp585. Harga tertinggi menyentuh Rp815, sedangkan harga terendah berada di Rp570. Volume perdagangan mencapai 7.245.900 saham.
Sepanjang 2026, AIMS bergerak di kisaran Rp382 hingga Rp815. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini berada di rentang Rp250 sampai Rp815. Kapitalisasi pasar AIMS tercatat sekitar Rp179,3 miliar.
