Siap IPO, Prodia Diagnostic Line (PRDL) Janjikan Dividen 20%
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) membawa kabar gembira bagi calon investornya. Perusahaan yang bergerak di bidang alat kesehatan ini berencana membagikan dividen tunai se...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) membawa kabar gembira bagi calon investornya. Perusahaan yang bergerak di bidang alat kesehatan ini berencana membagikan dividen tunai setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
PRDL menargetkan rasio pembayaran dividen sebanyak-banyaknya 20% dari laba bersih. Kebijakan ini mulai berlaku untuk tahun buku 2026.
Manajemen PRDL menjelaskan pembagian keuntungan ini tetap akan mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan. "Setelah Penawaran Umum Perdana Saham, Perseroan akan membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham Perseroan dengan rasio sebanyak-banyaknya 20% dari laba bersih setelah penyisihan untuk cadangan wajib mulai tahun buku 2026," tulis manajemen dalam prospektus awal di Jakarta, dikutip Kamis (18/6/2026).
Pembayaran dividen ini juga akan bergantung pada keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Selain itu, faktor ketersediaan arus kas dan rencana investasi masa depan akan menjadi pertimbangan penting bagi direksi.
Dalam aksi korporasi ini, PRDL menawarkan sebanyak-banyaknya 522.900.000 saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Perseroan memasang kisaran harga penawaran sebesar Rp100 sampai Rp120 per saham. Dengan demikian, PRDL berpotensi meraup dana segar maksimal Rp62,74 miliar.
Masa penawaran awal atau bookbuilding berlangsung mulai 18 Juni hingga 23 Juni 2026. PT Sucor Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Dana hasil IPO ini akan digunakan untuk beberapa kebutuhan strategis. Sekitar Rp35,66 miliar disiapkan untuk melunasi pokok fasilitas kredit kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin).
Sisanya, sekitar 28,92% akan digunakan untuk belanja modal. Ini mencakup pembelian mesin, peralatan kalibrasi, kendaraan, hingga sistem perangkat lunak. Sementara sekitar 8,51% dialokasikan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku dan biaya pemasaran.
PRDL merupakan produsen alat kesehatan In Vitro Diagnostic (IVD) yang berdiri sejak 2010. Perusahaan ini memiliki 1.083 SKU aktif dan melayani 7.611 pengguna akhir di 370 kabupaten dan kota di Indonesia.
Hingga 31 Desember 2025, PRDL mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Pendapatan perusahaan mencapai Rp74,37 miliar. Laba bersih tahun berjalan melonjak menjadi Rp16,98 miliar dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp9,99 miliar.
Saat ini, kepemimpinan perusahaan dipegang oleh Cristina Sandjaja selaku Direktur Utama. Sementara posisi Komisaris Utama dijabat oleh Andi Widjaja. Cristina dan Andi memastikan perusahaan akan terus menjaga standar mutu tinggi dalam menyediakan layanan diagnostik di tanah air.