Siapa yang Harus Bayar Saat Kencan Pertama? Perdebatan Lama yang Kembali Muncul di Tengah Tekanan Biaya Hidup
STOCKWATCH.ID (LONDON) โ Pertanyaan tentang siapa yang harus membayar saat kencan pertama masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Di tengah naiknya biaya hidup dan semakin mahalnya biaya berk...
STOCKWATCH.ID (LONDON) โ Pertanyaan tentang siapa yang harus membayar saat kencan pertama masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Di tengah naiknya biaya hidup dan semakin mahalnya biaya berkencan, pandangan mengenai pembagian tagihan ternyata masih beragam.
Mengutip BBC, sebagian orang menilai tagihan sebaiknya dibayar bersama. Sebagian lain berpendapat pihak yang mengajak berkencan harus menanggung biaya. Di sisi lain, masih banyak yang menganggap pria membayar saat kencan pertama sebagai bentuk perhatian dan sikap romantis.
Data Barclays pada 2025 menunjukkan orang dewasa di Inggris menghabiskan lebih dari 111 poundsterling per bulan untuk kencan dan aplikasi pencarian pasangan. Angka itu setara lebih dari 1.300 poundsterling per tahun.
Biaya menjadi tantangan tersendiri bagi kelompok usia muda. Lebih dari separuh generasi Z mengaku pengeluaran untuk berkencan memengaruhi kemampuan mereka untuk menjalin hubungan.
Jennifer Read-Dominguez, editor digital yang saat ini masih lajang, berpendapat orang yang mengajak berkencan harus siap membayar biaya kencan pertama.
"Perempuan tentu bisa membayar sendiri, tetapi itu bukan intinya," kata Jennifer.
Menurut dia, sesekali perempuan juga ingin menikmati momen tanpa harus selalu mengambil keputusan dan merasa diperhatikan oleh pasangannya.
Bagi Jennifer, pria yang membayar saat kencan pertama bukan soal ketergantungan atau ketidaksetaraan.
"Itu soal usaha dan menjaga beberapa gestur tradisional tetap hidup dalam dunia kencan modern," ujarnya.
Jennifer menilai besarnya biaya bukan hal utama. Ia mengaku tetap senang diajak ke restoran cepat saji maupun restoran mewah selama sesuai kemampuan pasangannya.
- Mitra International (MIRA) Jual Aset Rp55 Miliar, Likuiditas dan Modal Kerja Men...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- WOMF Serap 100% Dana Obligasi Rp779,52 Miliar untuk Pembiayaan Konsumen
- IHSG Sesi I Menguat 0,57% ke 6.270,155, Saham BBCA dan UNVR Pimpin Penguatan
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Perkuat Daya Saing UMKM, Bank BRI Sukses Bawa Tenun Troso KAINRATU Tembus Pasar...
- Mitra International (MIRA) Jual Aset Rp55 Miliar, Likuiditas dan Modal Kerja Men...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Stock Futures Wall Street Naik Tipis Usai Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi