STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan ini (05-09 Januari 2026) mengalami penguatan sebesar 77,563 poin atau naik 0,87%, yaitu dari 8.859,191 ke level 8.936,754. Sementara itu, kapitalisasi pasar bursa pada Jumat (09/1/2026) tercatat sebesar Rp16.330.877 triliun, naik dari Rp16.194.627 triliun, Senin (05/1/2026).
Di tengah penguatan IHSG, terdapat 5 saham mencatat penguatan terbesar atau top gainers pada pekan ini. Adapun 5 saham emiten teratas di Top Gainers dalam lima hari pekan ini (05-09 Januari 2026) adalah PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC), PT GTS Internasional Tbk (GTSI), dan Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP).
Dalam periode tersebut di atas, harga saham BIPI naik Rp94 atau melejit 109,30% menjadi Rp180 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 12,1 miliar unit senilai Rp1,9 triliun Frekuensi transaksi saham BIPI sebanyak 298.837 kali. Net foreign buy (NFB) di saham BIPI tercatat Rp82,2 miliar.
Posisi kedua, ditempati oleh saham TRUE yang terangkat Rp194 atau meningkat 92,38% menjadi Rp404 per saham. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 2 miliar unit senilai Rp728,3 miliar. Frekuensi transaksi saham TRUE sebanyak 222.804 kali. Net foreign sell (NFS) di saham TRUE tercatat Rp2,5 miliar.
Berikut, saham INPC naik Rp118 atau menguat 80,82% menjadi Rp264 per saham. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 14 miliar unit senilai Rp333,3 miliar dengan frekuensi sebanyak 87.045 kali. Net foreign sell (NFS) di saham INPC tercatat sebesar Rp2,5 miliar.
Keempat diduduki saham GTSI yang naik Rp188 atau melejit 64,38% menjadi Rp480 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 2,9 miliar unit senilai Rp1,2 triliun. Frekuensi transaksi saham GTSI sebanyak 243.321 kali. Net foreign sell (NFS) di saham GTSI tercatat sebesar Rp15,5 miliar.
Terakhir (kelima), saham AHAP terangkat Rp70 atau menguat 59,83% menjadi Rp187 per saham. Volume saham yang ditransaksikan sebanyak 1,9 miliar unit senilai Rp322,4 miliar dengan frekuensi sebanyak 98.754 kali transaksi. Net foreign sell (NFS) di saham HAP tercatat sebesar Rp10,2 miliar.
