Stockwatch.id Versi penuh
Financial

SIMP Kantongi Laba Rp874 Miliar di Semester I 2026, Penjualan CPO Melonjak 15%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Perseroan mencatat kenaikan penjualan, laba usaha, dan laba bersih meski produksi tan...

Oleh konrad 31 Jul 2026 18:30 3 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) membukukan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Perseroan mencatat kenaikan penjualan, laba usaha, dan laba bersih meski produksi tandan buah segar (TBS) inti mengalami penurunan.

Pada periode Januari-Juni 2026, penjualan SIMP mencapai Rp9,625 triliun atau naik 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp9,393 triliun.

Kenaikan penjualan ditopang oleh kinerja Divisi Perkebunan serta Divisi Minyak dan Lemak Nabati. Pertumbuhan didorong oleh meningkatnya harga jual rata-rata dan volume penjualan produk sawit serta produk minyak dan lemak nabati.

Manajemen SIMP dalam keterangan tertulis, Jumat 31 Juli 2026 menyampaikan, “Penjualan Grup SIMP naik 2% yoy menjadi Rp9,63 triliun yang dikontribusikan dari Divisi Perkebunan dan Divisi Minyak & Lemak Nabati terutama karena kenaikan harga jual rata-rata dan volume penjualan produk sawit dan produk minyak & lemak nabati.”

Dari sisi profitabilitas, laba bruto SIMP tercatat Rp2,19 triliun. Meski turun 4% dibandingkan semester I 2025 sebesar Rp2,274 triliun, laba usaha justru meningkat 17% menjadi Rp1,775 triliun dari sebelumnya Rp1,510 triliun. Margin laba usaha juga naik menjadi 18% dari 16%.

Laba periode berjalan mencapai Rp1,238 triliun atau meningkat 23% dibandingkan Rp1,010 triliun pada semester I 2025. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 16% menjadi Rp874 miliar dari Rp755 miliar pada semester I 2025.

Laba per saham ikut meningkat 14% menjadi Rp56 per saham dibandingkan Rp49 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja operasional perusahaan juga menunjukkan perkembangan yang beragam. Produksi TBS inti tercatat 1,168 juta ton, turun 4% dibandingkan 1,220 juta ton pada semester I 2025.

Total produksi TBS mencapai 1,661 juta ton, sedikit turun 1% dari 1,686 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Namun produksi TBS eksternal meningkat 6% menjadi 493 ribu ton dari 466 ribu ton.

Produksi crude palm oil (CPO) naik 3% menjadi 338 ribu ton dibandingkan 326 ribu ton pada semester I 2025. Kenaikan tersebut didukung oleh peningkatan tingkat ekstraksi minyak sawit.

Manajemen SIMP menyatakan, “Pada 1H2026, produksi TBS inti turun sebesar 4% yoy menjadi 1,2 juta ton. Namun demikian, produksi CPO naik 3% yoy menjadi 338 ribu ton seiring dengan kenaikan tingkat ekstraksi CPO serta kenaikan TBS dari eksternal.”

Tingkat ekstraksi CPO meningkat menjadi 21,5% dari 20,4% pada semester I 2025. Sementara produksi inti sawit (palm kernel/PK) stabil di level 74 ribu ton dengan tingkat ekstraksi 4,7%.

Dari sisi penjualan produk perkebunan, volume penjualan CPO melonjak 15% menjadi 355 ribu ton dari 308 ribu ton pada semester I 2025.

Volume penjualan produk inti sawit yang meliputi PK, palm kernel oil (PKO), dan palm kernel expeller (PKE) naik 3% menjadi 76 ribu ton dari 74 ribu ton.

Pada neraca keuangan, total aset SIMP per 30 Juni 2026 mencapai Rp42,347 triliun, meningkat dari Rp41,376 triliun pada akhir 2025.

Posisi kas dan setara kas juga naik menjadi Rp9,014 triliun dibandingkan Rp8,347 triliun pada 31 Desember 2025.

Total liabilitas tercatat Rp15,150 triliun, naik tipis dari Rp14,781 triliun. Sementara utang berbunga turun menjadi Rp9,326 triliun dari Rp9,502 triliun pada akhir tahun lalu.

SIMP saat ini mengelola total area tertanam seluas 278.099 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 236.176 hektare merupakan perkebunan kelapa sawit, 15.717 hektare karet, 12.961 hektare tebu, dan 13.245 hektare tanaman lainnya.

Topik terkait
Salim Ivomas Pratama SIMP Laba Bersih SIMP Kinerja SIMP Semester I 2026 Penjualan SIMP