back to top

Sinyal Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Merosot hingga 1,7%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot pada akhir perdagangan Selasa (17/2/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (18/2/2026) WIB. Penurunan ini dipicu oleh pernyataan Menteri Luar Negeri Iran mengenai kemajuan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Investor berharap dialog tersebut dapat mencegah pecahnya konflik baru di Timur Tengah.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent turun 1,23 USD atau 1,79%. Harga minyak acuan global ini berakhir di level 67,42 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh 0,56 USD atau 0,89%. Minyak WTI ditutup pada posisi 62,33 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membawa kabar positif dari Jenewa. Iran dan AS mencapai sebuah kesepakatan umum pada hari Selasa. Kesepakatan tersebut mencakup prinsip-prinsip panduan selama pembicaraan berlangsung.

Araghchi menilai proses komunikasi dengan pihak AS berjalan sangat intens. Ia menyebut pertemuan tersebut memberikan harapan baru bagi stabilitas kawasan.

“Pembicaraan dengan AS serius dan konstruktif,” ujar Araghchi sebagaimana dikutip dari kantor berita semiresmi Tasnim.

Meski demikian, situasi geopolitik antara Iran dan AS sebenarnya masih cukup panas. Presiden Donald Trump sebelumnya sempat melontarkan ancaman serangan terhadap Iran. Langkah militer akan diambil jika Iran tidak segera menyepakati perjanjian terkait program nuklirnya.

Di tengah proses diplomasi tersebut, Iran tetap menunjukkan kekuatan militernya. Mereka menggelar latihan perang di Selat Hormuz pada hari Selasa. Lokasi ini merupakan titik tersibuk sekaligus jalur perdagangan minyak yang sangat vital di dunia.

Latihan angkatan laut oleh Korps Garda Revolusi Iran ini sempat menghentikan lalu lintas pelayaran. Penangguhan aktivitas di selat tersebut berlangsung selama beberapa jam. Data dari perusahaan konsultan Kpler menyebutkan peran krusial selat ini bagi pasar energi global.

Sekitar sepertiga dari seluruh ekspor minyak mentah melalui jalur laut melintasi Selat Hormuz. Jalur ini menjadi urat nadi utama bagi pasokan minyak internasional. Penutupan jalur ini dipastikan akan mengganggu distribusi energi dunia secara signifikan.

Laksamana Muda Alireza Tangsiri menegaskan posisi pasukannya dalam menjaga wilayah tersebut. Pihak militer Iran mengaku selalu dalam posisi siaga penuh sesuai komando pimpinan.

“Garda siap menutup Selat Hormuz jika diperintahkan untuk melakukannya,” tegas Tangsiri melalui kantor berita Tasnim.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Geopolitik Memanas, Harga Emas Dunia Terbang Tinggi

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada...

Iran Abaikan Tuntutan AS, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 4%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak lebih dari...

Investor Menanti Data Ekonomi, Harga Emas dan Perak Kompak Terperosok

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dan perak dunia kompak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru