Kamis, Januari 22, 2026
24.8 C
Jakarta

SOTS Siap Kuasai 60% Saham Pengelola Desa Kitsune Bali Lewat Rights Issue

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) berencana memperkuat bisnis pariwisatanya. Perseroan akan menyuntikkan modal ke PT Dwimukti Graha Kencana (DGK). Perusahaan ini merupakan pengelola kawasan wisata terpadu Desa Kitsune di Canggu, Bali.

Rencana ini terungkap dalam jawaban perseroan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI). Dana investasi berasal dari hasil penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

SRA mengalokasikan dana sekitar Rp80 miliar hingga Rp150 miliar untuk penyertaan modal tersebut. Nilai ini setara dengan 29% hingga 50% dari total dana hasil rights issue. Lewat aksi ini, SOTS membidik porsi kepemilikan mayoritas pada DGK.

“Perseroan akan memiliki porsi mayoritas, dengan perkiraan persentase kepemilikan perseroan atas DGK sekurang-kurangnya 60% dari nilai modal ditempatkan dan disetor DGK,” tulis Floreta Tane, Direktur Utama SOTS, dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

DGK merupakan pihak afiliasi perseroan. Perusahaan ini mengelola restoran, kafe, hingga dayclub di atas lahan seluas 8.750 meter persegi. Desa Kitsune sendiri telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2024.

Kinerja keuangan unit usaha DGK tergolong solid. Berdasarkan laporan keuangan (unaudited) tahun 2025, Desa Kitsune membukukan total pendapatan Rp115,93 miliar. Adapun EBITDA tercatat sebesar Rp12,95 miliar.

Penyertaan modal ini bertujuan untuk pengembangan usaha dan memperkuat struktur permodalan DGK. SRA menilai langkah strategis ini dapat memberikan kontribusi nilai tambah bagi perseroan secara konsolidasi.

“Penyertaan modal Perseroan pada DGK diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan, peningkatan daya saing, serta peningkatan hasil investasi bagi pemegang saham,” jelas Floreta.

Skema akuisisi akan dilakukan melalui pengambilan bagian atas saham baru yang diterbitkan DGK. Alternatif lainnya adalah pembelian saham dari pemegang saham eksisiting DGK.

SOTS menargetkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 24 Februari 2026. Pernyataan pendaftaran diharapkan menjadi efektif dari OJK pada 3 Juni 2026. Sementara pelaksanaan rights issue dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni hingga 1 Juli 2026.

Hingga surat tersebut diterbitkan, manajemen menegaskan belum ada informasi penting lainnya. Belum terdapat fakta material yang dapat mempengaruhi harga efek perseroan selain yang sudah diungkapkan kepada publik.

Sebagai informasi tambahan, SOTS menargetkan perolehan dana sebanyak-banyaknya Rp300 miliar dalam aksi korporasi ini. PT Sungai Mas Internasional bertindak sebagai pembeli siaga yang akan menyerap sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dana IPO VISI Ludes Rp71 Miliar, Mayoritas Dipakai untuk Modal Kerja

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Satu Visi Putra Tbk (VISI)...

Kepemilikan Danantara di Garuda (GIAA) Melejit Jadi 92,03%, Porsi Trans Airways Menyusut

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Komposisi pemegang saham PT Garuda Indonesia...

Rights Issue Jumbo, SOTS Ungkap Alasan Saham Baru Melebihi Jumlah Modal Tercatat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru