Stockwatch.id Versi penuh
Commodity

Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten

Oleh Daiz La Ode 03 Aug 2026 05:42 2 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (stock futures) menguat pada perdagangan Minggu (2/8/2026) malam waktu setempat atau Senin pagi (3/8/2026) WIB. Investor bersiap menyambut rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) untuk Juli dan gelombang laporan keuangan emiten yang akan mewarnai perdagangan pekan ini.

Kontrak Dow Jones Industrial Average futures naik 183 poin atau 0,3%. S&P 500 futures menguat 0,4%, sedangkan Nasdaq-100 futures melonjak 0,7%.

Penguatan stock futures terjadi setelah tiga indeks utama Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Jumat (1/8). Indeks Dow Jones naik 276,97 poin atau sekitar 0,53% menjadi 52.485,03. S&P 500 menguat 0,7% ke 7.489,72, sementara Nasdaq Composite melonjak 1% ke 25.373,85.

Sentimen pasar juga dipengaruhi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengatakan telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Sebelumnya, media AS melaporkan pemerintah tengah menyiapkan gelombang serangan baru setelah peluang penyelesaian perang melalui negosiasi semakin mengecil dan harga energi meningkat.

Dengan indeks utama mendekati rekor tertinggi, perhatian investor kini beralih pada keberlanjutan faktor pendorong reli pasar.

Chief Investment Officer Verdence Capital Advisors, Megan Horneman, menilai investor mulai lebih selektif terhadap belanja besar perusahaan teknologi untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).

"Satu hal yang saya tangkap dari laporan keuangan perusahaan teknologi adalah investor tidak lagi memiliki selera untuk terus mengeluarkan dana tanpa kejelasan mengenai bagaimana belanja modal itu akan menghasilkan pertumbuhan laba. Setelah laporan Big Tech selesai, apa lagi katalis yang akan mendorong pasar naik? Kami melihat masih akan ada lebih banyak risiko pada Agustus dan paruh kedua tahun ini," kata Horneman kepada CNBC dalam program Fast Money.

Pekan ini investor juga akan mencermati laporan keuangan sejumlah perusahaan besar, seperti McDonald's, Kraft Heinz, Costco Wholesale, Walt Disney, Palantir Technologies, serta produsen semikonduktor Advanced Micro Devices (AMD).

Selain laporan keuangan emiten, perhatian pasar tertuju pada rangkaian data pasar tenaga kerja AS yang berpuncak pada rilis laporan ketenagakerjaan bulanan pada Jumat (8/8).

Berdasarkan konsensus FactSet, ekonomi AS diperkirakan menambah 87.500 lapangan kerja nonpertanian (nonfarm payrolls) sepanjang Juli. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 57.000 pekerjaan pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 4,3% dari 4,2%.

Data tenaga kerja tersebut dipandang sebagai salah satu indikator utama yang akan menentukan arah pergerakan pasar saham AS dalam jangka pendek, termasuk pergerakan stock futures.


 



Topik terkait
stock futures AS bursa Wall Street data tenaga kerja AS laba emiten saham teknologi AS