Suhendra Yusuf Ratuprawira Lepas Jabatan Direktur PT Timah, Pindah ke Pelindo Jasa Maritim
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS) mengumumkan perubahan pada jajaran direksinya. Suhendra Yusuf Ratuprawira resmi mengakhiri masa jabatan sebagai Direktur Pengembangan Usaha pers...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS) mengumumkan perubahan pada jajaran direksinya. Suhendra Yusuf Ratuprawira resmi mengakhiri masa jabatan sebagai Direktur Pengembangan Usaha perseroan.
Langkah ini menyusul penunjukannya sebagai Direktur di PT Pelindo Jasa Maritim. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pelindo Jasa Maritim yang digelar pada 20 April 2026.
PT Timah menerima surat resmi dari Suhendra terkait berakhirnya masa jabatan tersebut pada 21 April 2026. Pengunduran diri ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku bagi perusahaan negara.
Aturan mengenai larangan rangkap jabatan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Aturan tersebut juga telah diperbarui melalui UU Nomor 16 Tahun 2025.
Berdasarkan ketentuan tersebut, anggota Direksi BUMN dilarang menjabat sebagai direksi pada BUMN lain secara bersamaan. Larangan ini bertujuan menjaga profesionalisme dan fokus kerja para pemimpin perusahaan pelat merah.
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%