STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menyampaikan revisi laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Hingga periode 31 Desember 2025, bank digital ini telah menyerap dana sebesar Rp1,29 triliun.
Amalia Pratantara, Direktur Kepatuhan SUPA, menyampaikan informasi tersebut dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penyerahan laporan ini merupakan pemenuhan kewajiban regulasi pasar modal.
“Dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum,” tulis Amalia dalam surat resminya, dikutp Sabtu (24/1/2026).
SUPA resmi melantai di bursa pada 17 Desember 2025. Perusahaan berhasil meraup hasil penawaran umum atau gross proceeds sebesar Rp2,79 triliun.
Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp67,43 miliar, SUPA mengantongi hasil bersih atau net proceeds senilai Rp2,73 triliun. Rincian biaya penawaran umum meliputi jasa penjaminan Rp2,23 miliar (0,080%) dan jasa penyelenggaraan Rp27,98 miliar (1,000%).
Selain itu, terdapat biaya jasa penjualan Rp2,23 miliar (0,080%) serta biaya profesi penunjang pasar modal Rp10,07 miliar (0,360%). Biaya lembaga penunjang pasar modal tercatat Rp110 juta (0,004%) dan biaya lainnya mencapai Rp24,78 miliar (0,886%).
Berdasarkan rencana awal, SUPA mengalokasikan Rp1,91 triliun untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit. Selain itu, Rp819,22 miliar disiapkan untuk belanja modal atau capex perusahaan.
Hingga akhir tahun 2025, realisasi penggunaan dana baru terserap untuk penyaluran kredit. Nilainya mencapai Rp1,29 triliun. Sementara itu, penggunaan dana untuk belanja modal masih nihil atau belum terealisasi sama sekali.
Dengan demikian, total dana IPO yang sudah digunakan adalah sebesar Rp1,29 triliun. Saat ini, SUPA masih memegang sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp1,44 triliun.
Sisa dana tersebut kini ditempatkan pada instrumen Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI). Penempatan di Bank Sentral ini memiliki tingkat bunga atau imbal hasil sebesar 3,75% dengan jangka waktu penempatan overnight.
