STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Taspen (Persero) terus memperkuat portofolio investasinya. Pengelola dana pensiun aparatur sipil negara (ASN) ini makin agresif memborong saham. Perseroan diketahui menyasar emiten – emiten berfundamental kokoh.
Mengintip portofolio Perseroan per 27 Februari 2026, terungkap manuver besar Taspen di sektor perbankan nasional. Taspen diketahui kini menggenggam 895.002.517 lembar saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Jumlah ini setara dengan 4,95% kepemilikan. Taspen juga menguasai 1,17% saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Strategi investasi ini sejalan dengan proyeksi ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi bertahan stabil pada level 5,2%. Saham perbankan diperkirakan terus menjadi mesin pencetak dividen utama bagi investor institusi.
Ekspansi Taspen tidak berhenti pada bank nasional. Perusahaan pelat merah ini juga mengoleksi saham perbankan daerah. Taspen kini memiliki 1,92% saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR). Perseroan juga menggenggam 2,70% saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM).
Keputusan ini boleh dikata sangat cerdik. BJTM menawarkan proyeksi imbal hasil dividen (forward dividend yield) sangat menarik. Angkanya menembus 10,88% pada Maret 2026.
Langkah penetrasi ke bank daerah juga memberi stabilitas imbal hasil jangka panjang. Bank daerah memiliki profil risiko lebih rendah. Mereka juga didukung basis nasabah loyal di tengah fluktuasi pasar modal.
Taspen turut melebarkan sayap ke sektor riil dan infrastruktur. Mereka mengamankan 3,23% saham PT Metropolitan Land Tbk (MTLA). Taspen juga menguasai 3,59% saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).
Saham MTLA dinilai sebagai aset “salah harga”. Valuasi Price to Book Value (PBV) saham properti ini masih sangat murah di kisaran 0,7 kali. Kebijakan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) berlanjut hingga akhir 2026. Hal ini menjadi katalis positif bagi pergerakan saham MTLA.
Sementara itu, saham WTON dianggap sebagai “boutique stock” tersembunyi. Emiten ini memiliki fundamental operasi sangat kuat. Keterlibatan WTON dalam ekosistem Danantara juga memperkuat narasi investasi Taspen di sektor infrastruktur.
Pada sektor komoditas, Taspen mengamankan 1,19% saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). Langkah ini diambil di tengah stabilnya tren harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) global. Harga komoditas ini bertahan kokoh pada level MYR 4 ribu per ton.
Seluruh komposisi portofolio ini mencerminkan komitmen kuat perseroan. Taspen terus menjaga likuiditas dan ketahanan dana kelolaan. Mereka menempatkan dana pada aset-aset strategis nasional demi imbal hasil maksimal.
