Stockwatch.id Versi penuh
Financial

TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyewaan Baru

Oleh John Mbaling 03 Aug 2026 08:46 2 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan pendapatan sebesar Rp3,460 triliun pada semester I-2026 yang berakhir 30 Juni 2026. Perseroan juga mencatat EBITDA sebesar Rp2,953 triliun, didorong pertumbuhan organik bisnis dan penambahan ribuan penyewaan baru.


 


CEO TBIG, Hardi Wijaya Liong, mengemukakan, jika kinerja kuartal II-2026 disetahunkan, pendapatan TBIG mencapai Rp6,970 triliun dengan EBITDA sebesar Rp5,950 triliun.


 


Hingga 30 Juni 2026, TBIG mengelola 25.280 sites telekomunikasi yang terdiri atas 25.172 menara telekomunikasi dan 108 jaringan Distributed Antenna System (DAS). Jumlah penyewaan (tenancies) mencapai 42.332, termasuk 42.224 penyewaan pada menara telekomunikasi. Dengan capaian tersebut, rasio kolokasi (tenancy ratio) perseroan berada di level 1,68 kali.


 


Selama enam bulan pertama 2026, TBIG menambah 2.023 penyewaan bruto. Tambahan tersebut berasal dari 1.417 sites telekomunikasi baru dan 606 kolokasi.


 


Hardi mengatakan pertumbuhan organik perseroan terus berlanjut hingga kuartal II-2026. "Momentum pertumbuhan organik kami terus berlanjut hingga kuartal kedua. Pada semester pertama tahun ini, kami menambah 2.023 penyewaan bruto ke dalam portofolio kami, yang terdiri dari 1.417 sites telekomunikasi baru dan 606 kolokasi," katanya dalam keterangan resmi, Senin (03/8/2026).


 


Dari sisi struktur keuangan, total utang perseroan per 30 Juni 2026 mencapai Rp29,006 triliun setelah memperhitungkan pinjaman dalam mata uang USD berdasarkan kurs lindung nilai. Sementara saldo kas tercatat sebesar Rp700 miliar, sehingga utang bersih (net debt) menjadi Rp28,306 triliun. Menggunakan EBITDA kuartal II-2026 yang disetahunkan, rasio utang bersih terhadap EBITDA berada di level 4,8 kali.


 


Sementara itu, Direktur Keuangan TBIG, Helmy Yusman Santoso, mengatakan kontrak jangka panjang menjadi fondasi arus kas perseroan sehingga mampu mendukung berbagai program bagi pemegang saham.


 

"Kontrak jangka panjang kami menjamin arus kas yang stabil, sehingga memungkinkan kami melaksanakan berbagai inisiatif bagi pemegang saham secara rutin, termasuk pembagian dividen sebesar Rp1,06 triliun yang telah kami bayarkan awal bulan ini. Para pemberi pinjaman kami tetap mendukung bisnis kami, dan kami terus menerapkan strategi konservatif dalam melakukan lindung nilai terhadap utang kami dalam mata uang dolar AS," ungkap Helmy.