Minggu, Januari 11, 2026
25.1 C
Jakarta

Tembus Rp 36,4 Triliun, Transaksi Harbolnas 2025 Lampaui Target

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 mencatatkan hasil gemilang. Total transaksi pesta belanja daring ini menembus angka Rp 36,4 triliun. Angka tersebut melampaui target awal pemerintah yang dipatok pada kisaran Rp 33 triliun hingga Rp 34 triliun.

Perhelatan yang berlangsung pada 10-16 Desember 2025 ini menunjukkan tren positif. Terdapat kenaikan nilai transaksi hingga 17% dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, Harbolnas 2024 hanya membukukan transaksi sebesar Rp 31,2 triliun.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi kesuksesan acara yang digawangi oleh Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) ini. Ia menilai kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha semakin efektif memperkuat ekosistem digital. Harbolnas telah menjadi instrumen penting pendorong ekonomi nasional.

“Dalam penyelenggaraan tahun ini, Harbolnas 2025 mencetak total transaksi sebesar Rp 36,4 triliun atau meningkat 17 persen dibanding total transaksi tahun lalu. Harbolnas berhasil membuktikan perayaan belanja dapat menjadi momentum strategis, yaitu sebagai stimulus dalam meningkatkan daya beli masyarakat jelang akhir tahun,” ujar Menteri Perdagangan yang akrab disapa Mendag Busan, di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Sebanyak 1.300 pelaku usaha ambil bagian dalam ajang tahunan ini. Partisipan terdiri dari pedagang (merchant), ritel daring, hingga penyedia layanan lokapasar (marketplace).

Produk lokal menjadi sorotan utama dalam Harbolnas kali ini. Kontribusi transaksi produk dalam negeri mencapai 45,6% dari total keseluruhan. Nilainya setara dengan Rp 16,6 triliun. Angka ini naik Rp 500 miliar atau tumbuh 3% jika disandingkan dengan tahun 2024.

Konsumen tercatat paling banyak memburu tiga kategori produk lokal. Kategori tersebut adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan diri (personal care), serta makanan dan minuman.

“Capaian tersebut menunjukkan penguatan preferensi masyarakat terhadap produk dalam negeri di platform perdagangan digital. Pemerintah akan terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan momentum belanja daring seperti ini. Caranya adalah dengan mendorong peningkatan kualitas produk, perluasan jangkauan pasar, serta penguatan kapasitas digital agar mampu bersaing secara berkelanjutan,” jelas Mendag Busan.

Tren belanja masyarakat juga mengalami pergeseran menarik. Fitur belanja langsung atau live shopping menjadi yang paling diminati. Sebanyak 80% konsumen Harbolnas 2025 lebih memilih fitur interaktif ini karena adanya ulasan produk secara langsung.

Popularitas live shopping jauh mengungguli fitur permainan atau gamifikasi. Fitur pengumpulan poin atau kenaikan peringkat hanya diminati oleh 31% konsumen. Sementara itu, fitur lelang (bid) hanya menarik perhatian 7% konsumen.

Metode promosi melalui afiliator turut menyumbang kinerja positif. Sebesar 54% konsumen melakukan pembelian melalui tautan yang dibagikan afiliator. Tautan ini tersebar di berbagai kanal media sosial seperti Instagram Story, TikTok Post, Facebook, hingga YouTube Shorts.

Pemerintah berharap momentum ini terus berlanjut untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi triwulan IV. Harbolnas 2025 merupakan sinergi antara Kemendag, Kemenko Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta idEA.

“Melalui kombinasi program belanja tersebut, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat dapat meningkat secara signifikan. Pelaku usaha juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan skala usaha, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan kapasitas digital di tengah ekosistem perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) yang semakin kompetitif,” tutur Mendag Busan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Konflik AS-Venezuela Memanas, OJK Minta Lembaga Keuangan Waspadai Risiko Global

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati ketegangan...

Menkeu Purbaya Perketat Investasi Taspen dan Asabri, Ini Kata OJK

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperketat...

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp41 Triliun hingga Desember 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru