Tender Wajib INET Minim Peminat, Akuisisi Personel Alih Daya Naik Tipis ke 53,58%
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melaporkan hasil pelaksanaan Penawaran Tender Wajib atas saham PT Personel Alih Daya Tbk setelah periode penawaran resmi berakhir pad...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melaporkan hasil pelaksanaan Penawaran Tender Wajib atas saham PT Personel Alih Daya Tbk setelah periode penawaran resmi berakhir pada 17 Juli 2026.
Dalam keterbukaan informasi ke BEI, Kamis (23/7/2026), Direktur Utama INET, Muhammad Arif, mengemukakan, INET menawarkan pembelian maksimal 900 juta saham atau setara 28,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh PT Personel Alih Daya Tbk. Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp63 per saham dengan nilai penawaran maksimal mencapai Rp56,7 miliar.
“Periode Penawaran Tender Wajib berlangsung selama 30 hari, dimulai pada 18 Juni 2026 pukul 09.00 WIB dan berakhir pada 17 Juli 2026 pukul 15.00 WIB. Sementara itu, penyelesaian transaksi dilakukan pada 21 Juli 2026,” katanya.
Meski menawarkan pembelian hingga ratusan juta saham, realisasi tender hanya mencapai 240 ribu saham. Jumlah tersebut setara 0,01% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh PT Personel Alih Daya Tbk.
Saham yang masuk dalam tender berasal dari dua pemegang saham. Salikim melalui PT Henan Putihrai Sekuritas menjual 30 ribu saham. Sementara William Chaiyadi melalui PT Mirae Asset Sekuritas melepas 210 ribu saham.
“Dengan tambahan tersebut, kepemilikan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk di PT Personel Alih Daya Tbk naik tipis, dari 1.687.455.000 saham atau 53,57% menjadi 1.687.695.000 saham atau 53,58%,” katanya.