Tercatat di Papan Pemantauan Khusus, BEI Ingatkan Potensi Delisting Waskita Karya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menerbitkan pengumuman potensi delisting PT Waskita Karya Tbk (Persero) (WSKT) yang kini tercatat di Papan Pemantauan Khusus. Demikian dikemukakan...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menerbitkan pengumuman potensi delisting PT Waskita Karya Tbk (Persero) (WSKT) yang kini tercatat di Papan Pemantauan Khusus. Demikian dikemukakan Lidia M. Panjaitan, Kepala Divvisi Penilaian Perusahaan 3 BEI, dan Yayuk Sri Wahyuni, P.H. Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdaganagan BEI dan pengumuman tertanggal 22 November 2023.
Menurut pengumuman BEI tersebut, berdasarkan Pengumuman Bursa Efek Indonesia (Bursa) No. Peng-SPT-00006/BEI.PP3/05-2023 tanggal 8 Mei 2023 perihal Pengumuman Penghentian Sementara Perdagangan Efek PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), serta Peraturan Bursa No. I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa, BEI dapat menghapus saham perusahaan tercatat apabila, Pertama, ketentuan III.3.1.1, Mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka, dan perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai. Kedua, ketentuan III.3.1.2, Saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.
“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka dapat kami sampaikan bahwa saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah disuspensi di seluruh pasar selama 6 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada tanggal 8 Mei 2025,” ungkap Lidia dan Yayuk dalam pengumuman BEI dikutip Kamis (23/11).
- Komisaris HEAL Hasmoro Borong 218.600 Saham Saat Harga Turun
- Pendapatan Melonjak 25%, EXCL Berhasil Pangkas Rugi Bersih di Semester I 2026
- BEI Soroti Lonjakan Saham KOTA 36,80%, Manajemen Buka Suara
- IHSG Pagi Ini Hijau, Sebanyak 294 Emiten Menguat, Ada AMMN, TPIA dan DEWA
- Harga Naik Tak Wajar, Saham GIAA dan DWGL Masuk Radar UMA BEI
- United Tractors Perkuat Strategi Bisnis Berkelanjutan, Kelola 130 Ribu Hektar Hu...
- BRI Peduli Bangun Posyandu Matahari di Sleman, Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan...
- Prabowo Putuskan Calon Gubernur BI Pekan Ini, Intip Daftar Kandidat Pengganti Pe...
- Komisaris HEAL Hasmoro Borong 218.600 Saham Saat Harga Turun
- Pendapatan Melonjak 25%, EXCL Berhasil Pangkas Rugi Bersih di Semester I 2026
- Prajogo Pangestu Borong 51,7 Juta Saham CUAN, Rogoh Kocek Rp36,68 Miliar
- Usai Terbang Tinggi, BEI Akhirnya Cabut Suspensi Saham Ini Mulai Sesi Pertama
- Karya Pacific Investama Borong 3,08 Miliar Saham IATA Senilai Rp230,35 Miliar
- Harga Minyak Global Lanjutkan Tren Penguatan, Selat Hormuz Masih Terkunci Syarat...
- Wall Street Memerah, Saham Teknologi Rontok Saat Ketegangan Selat Hormuz Meningk...