back to top

Tertekan Harga Batu Bara, Laba Astra (ASII) 2025 Susut 3% Jadi Rp32,77 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Astra International Tbk (ASII) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang terkoreksi. Raksasa otomotif dan konglomerasi ini membukukan laba bersih sebesar Rp32,77 triliun (Rp810 per saham) sepanjang tahun lalu.

Angka tersebut menyusut sekitar 3% jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun 2024 (year on year/yoy). Pada tahun sebelumnya, Grup Astra mampu meraup laba bersih hingga Rp33,90 triliun (Rp837 per saham).

Penurunan laba ini sejalan dengan pendapatan bersih perseroan yang juga terkikis. Pendapatan konsolidasian Grup Astra tercatat sebesar Rp323,39 triliun pada 2025. Perolehan ini turun 2% dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang mencapai Rp328,48 triliun.

Kendati laba tergerus, posisi permodalan Astra justru makin tebal. Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat naik 7% menjadi Rp228,91 triliun pada akhir 2025. Padahal, pada tahun sebelumnya ekuitas perseroan berada di angka Rp213,68 triliun.

Kenaikan ekuitas ini turut mengerek nilai aset perseroan. Nilai aset bersih per saham Grup Astra tercatat tumbuh 8% menjadi Rp5.692 per lembar pada 31 Desember 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp5.278 per lembar.

Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro mengungkapkan penyebab utama penurunan kinerja tersebut. Menurutnya, ada dua faktor pemberat utama bagi bisnis grup sepanjang tahun lalu.

“Pada tahun 2025, laba Grup mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar mobil baru,” ujarnya dalam keterangan tertulis, di Jakarta, dikutip Jumat (27/2/2026).

Djony menjelaskan, tantangan berat memang dirasakan pada divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi. Laba bersih divisi ini anjlok 24% menjadi Rp9,10 triliun akibat normalisasi harga komoditas.

Meski demikian, Djony menegaskan kondisi bisnis Grup Astra secara umum masih cukup tangguh. Hal ini berkat kontribusi positif dari lini bisnis lainnya yang menopang kinerja perseroan.

“Kinerja bisnis Grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya,” tambahnya.

Tercatat, divisi Jasa Keuangan tampil prima dengan kenaikan laba 9% menjadi Rp8,95 triliun. Divisi Agribisnis juga melesat 28% dengan laba Rp1,17 triliun.

Sementara itu, divisi Infrastruktur dan Logistik tumbuh 24% mencetak laba Rp1,26 triliun. Lini bisnis Properti bahkan melonjak 224% menjadi Rp719 miliar. Namun, divisi Otomotif tercatat stagnan dengan laba Rp11,36 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BRI Raup Laba Bersih Rp57,13 Triliun pada 2025, Siap Dukung Program Asta Cita dan Ekonomi Kerakyatan

STOCKWATCH (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Maybank Indonesia (BNII) Cetak Laba Rp1,70 Triliun pada 2025, Tumbuh 42%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) membukukan...

Raup Laba Rp8,8 Triliun, Aset CIMB Niaga Tembus Rp372,7 Triliun di 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru