back to top

The Fed Proyeksikan Ekonomi AS Tumbuh 2,4% di 2026, Inflasi 2% Tercapai di 2028

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Federal Reserve (The Fed) merilis ringkasan proyeksi ekonomi (SEP) terbaru. Ini merupakan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dihelat pada 17-18 Maret 2026 waktu setempat. Bank sentral Amerika Serikat (AS) ini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat untuk tahun 2026 dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Median proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil AS berada pada level 2,4% untuk tahun 2026. Angka ini meningkat dari proyeksi Desember 2025 sebesar 2,3%. Untuk tahun 2027 dan 2028, ekonomi AS diperkirakan masing-masing tumbuh sebesar 2,3% dan 2,1%.

Sektor tenaga kerja juga menjadi sorotan dalam laporan tersebut. Tingkat pengangguran diproyeksikan berada di angka 4,4% pada akhir 2026. Angka ini diperkirakan melandai menjadi 4,3% pada 2027 dan menetap di level 4,2% pada 2028.

Terkait stabilitas harga, The Fed memprediksi inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures) mencapai 2,7% pada 2026. Target inflasi jangka panjang sebesar 2% diperkirakan baru akan tercapai sepenuhnya pada tahun 2028. Sementara itu, inflasi PCE inti diproyeksi berada di level 2,7% tahun ini sebelum turun ke 2,2% pada 2027.

“Kebijakan moneter yang tepat didefinisikan sebagai jalur kebijakan masa depan yang paling mungkin mendorong hasil aktivitas ekonomi dan inflasi,” tulis dokumen Summary of Economic Projections tersebut.

The Fed juga memberikan gambaran mengenai arah suku bunga acuan (Federal Funds Rate/FFR). Median proyeksi menunjukkan suku bunga akan berada pada level 3,4% pada akhir 2026. Bank sentral memberikan sinyal penurunan lebih lanjut ke level 3,1% pada tahun 2027 dan 2028.

Dalam jangka panjang, para pejabat The Fed menilai suku bunga ideal berada di level 3,1%. Angka ini dianggap konsisten dengan upaya menjaga penyerapan tenaga kerja maksimum dan stabilitas harga. Proyeksi ini mencerminkan penilaian individu dari para anggota dewan gubernur dan presiden bank sentral regional.

“Proyeksi jangka panjang mewakili penilaian setiap peserta terhadap nilai yang diharapkan untuk bertemu seiring berjalannya waktu,” sebut rilis resmi The Fed.

Keputusan dan proyeksi ini diambil berdasarkan informasi terbaru yang tersedia saat pertemuan berlangsung. Para peserta rapat mempertimbangkan berbagai faktor risiko, termasuk kondisi pasar tenaga kerja dan perkembangan finansial internasional. Langkah ini bertujuan memastikan ekonomi tetap tumbuh solid di tengah ketidakpastian global.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Memerah, Indeks Dow Jones Anjlok 768 Poin Akibat Kekhawatiran Inflasi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Menanti Keputusan The Fed, Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir Memerah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham di kawasan Eropa ditutup...

Kospi Terbang 5%, Bursa Saham Asia Kompak Menghijau Jelang Pengumuman The Fed

STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru