The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Emas Dunia Langsung Melorot
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada akhir perdagangan Rabu (29/4/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (30/4/2026) WIB. Penurunan ini menyusul keputusan bank sentral Amerika Serikat...
"Sentimen pasar telah bergeser ke arah skeptisisme mengenai potensi kesepakatan AS-Iran, memperkuat narasi suku bunga 'lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama'," ujar Zain Vawda.
Vawda menilai pergerakan harga emas saat ini sangat bergantung pada kebijakan moneter. Kenaikan harga minyak dunia turut memberikan tekanan tambahan melalui jalur inflasi.
"Emas tetap sangat sensitif terhadap pergeseran lingkungan suku bunga ini, yang mana tekanan inflasi dari kenaikan harga minyak saat ini memperburuknya," tambah Vawda.
Meski saat ini tertekan, potensi penguatan emas masih terbuka di masa depan. Vawda memproyeksikan harga emas bisa menyentuh level USD 5.300 hingga USD 5.500 per ons troi pada akhir tahun. Syaratnya, AS dan Iran harus mencapai kesepakatan damai secara cepat untuk memicu kembali gairah pembeli di pasar logam mulia.
- 1
- 2
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street
- Harga Emas Dunia Kembali Berkilau, Ternyata Ini Penyebabnya
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%