back to top

Tiba di Washington DC, Presiden Prabowo Siap Perkuat Ekonomi RI Lewat Pertemuan dengan Donald Trump

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Amerika Serikat pada Selasa (17/2/2026) waktu saetempat. Pesawat Garuda Indonesia-1 mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC sekitar pukul 11.55 waktu setempat.

Sejumlah pejabat penting menyambut kedatangan Presiden di bawah tangga pesawat. Mereka adalah Duta Besar Indonesia untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo. Turut hadir Atase Pertahanan RI Washington Marsma TNI E. Wisoko Aribowo dan Colonel Gary Charland.

Selepas prosesi penyambutan, Presiden langsung menuju hotel tempatnya bermalam. Kunjungan kerja kali ini memiliki agenda yang sangat strategis bagi hubungan kedua negara.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan rencana kegiatan Presiden selama di sana. Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump. Fokus utama diskusi adalah penguatan hubungan diplomatik Indonesia dan Amerika Serikat.

Kedua pemimpin negara bakal membahas kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi. Pembahasan ini mencakup sejumlah perundingan serta perjanjian dagang terbaru.

Langkah diplomasi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi industri nasional. Presiden Prabowo berupaya meningkatkan posisi tawar Indonesia di kancah global.

“Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri,” ujar Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu (18/2/2026).

Dalam penerbangan menuju AS, Presiden didampingi sejumlah menteri terkait. Di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pertemuan tingkat tinggi ini diprediksi akan membuka banyak peluang investasi baru. Kehadiran delegasi Indonesia menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat stabilitas ekonomi nasional melalui kerja sama internasional.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Utang Luar Negeri Indonesia Naik jadi Rp7.265 Triliun, Begini Penjelasan BI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang...

Menkeu Purbaya Tambah Dana Rp10,65 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa,...

Perkuat Hilirisasi Mineral Kritis, PERMINAS dan Danantara Jalin Kerja Sama Logam Jarang dengan NEM

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru