STOCKWATCH.ID (LONDON) – Serangan militer besar-besaran Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) memicu kekacauan jadwal penerbangan global. Sejumlah maskapai internasional terpaksa membatalkan dan mengalihkan rute demi keselamatan penumpang.
Mengutip BBC, langkah darurat ini diambil setelah ledakan hebat mengguncang ibu kota Teheran. British Airways, Virgin Atlantic, dan Wizz Air merupakan beberapa maskapai yang langsung memangkas jadwal penerbangan mereka.
Iran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal ke arah Israel. Empat negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS juga menjadi target serangan balasan. Wilayah terdampak meliputi Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Saat ini wilayah udara Iran telah ditutup sepenuhnya bagi lalu lintas sipil. Pantauan radar menunjukkan pesawat internasional berupaya keras menjauhi kawasan konflik. Penutupan ini menyebabkan keterlambatan jadwal penerbangan di berbagai belahan dunia.
Presiden AS Donald Trump memberikan penjelasan terkait operasi militer tersebut. Ia menyebut kegagalan kesepakatan pembatasan program nuklir Iran sebagai alasan utama. Upaya perubahan rezim di Teheran juga menjadi motif di balik serangan mematikan ini.
Kementerian Luar Negeri Inggris segera mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga negaranya. Mereka diminta segera mencari tempat berlindung menyusul laporan ledakan dan sirene serangan udara di Doha, Qatar.
British Airways membatalkan seluruh layanan penerbangan ke Tel Aviv dan Bahrain hingga Rabu depan. Wizz Air juga menyetop semua penerbangan dari dan menuju Israel, Dubai, Abu Dhabi, serta Amman.
Kondisi mencekam dirasakan langsung oleh para penumpang di bandara. Sarah Short yang sedang berlibur di Dubai menceritakan detik-detik pembatalan pesawatnya saat sudah berada di landasan pacu.
“Kami tidak akan pergi ke mana-mana,” ujar Sarah Short menirukan ucapan pilot pesawatnya.
Nasib serupa dialami John Henry yang sedang berada di pusat perbelanjaan saat alarm peringatan berbunyi. Ia merasakan getaran hebat yang mengguncang bangunan di sekitarnya.
“Kami mendengar suara dentuman dan merasakan getaran,” kata John Henry.
Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi berhasil mencegat sejumlah rudal milik Iran. Jejak uap di langit menjadi saksi perlawanan sistem pertahanan udara mereka. Hal serupa juga dilaporkan oleh pihak Uni Emirat Arab.
Meskipun demikian, sebuah fasilitas militer milik Amerika Serikat di Bahrain dilaporkan terkena hantaman langsung. Video yang beredar memperlihatkan momen dramatis saat serangan tersebut terjadi.
Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer langsung memimpin rapat darurat pada Sabtu pagi. Pemerintah Inggris berjanji memberikan bantuan konsuler penuh bagi warga negara mereka yang terjebak di wilayah konflik.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan warga negara Inggris di kawasan tersebut,” tegas juru bicara pemerintah Inggris.
Hingga kini, situasi di Timur Tengah masih sangat fluktuatif. Maskapai penerbangan besar seperti Emirates dan Qatar Airways masih memantau situasi sebelum memutuskan untuk kembali beroperasi secara normal.
