STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) memberikan penjelasan resmi terkait pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback). Aksi korporasi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan program Management and Employee Stock Option Program (MESOP).
Monalisa Irawan, Sekretaris Perusahaan TOWR, menyampaikan pengalihan saham treasuri tersebut merupakan realisasi program MESOP I dan II. Langkah ini telah mengantongi restu dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 31 Mei 2021 dan 26 Juni 2024.
Pengalihan saham dilakukan dalam beberapa tahap. Yakni pada 8 September 2023, 15 September 2023, 16 Agustus 2024, dan 3 September 2025. Perseroan menyelesaikan transaksi ini melalui pasar negosiasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Pengalihan kembali saham treasuri Perseroan dilakukan melalui pelaksanaan program MESOP,” tulis Monalisa dalam tanggapan resmi kepada Bursa, dikutip Sabtu (21/2/2026).
Perseroan menggunakan 213.817.000 unit saham hasil buyback. Terdapat selisih antara harga rata-rata buyback dengan harga pengalihan saham tersebut.
Nilai selisihnya mencapai Rp51,50 miliar. Angka ini diperoleh dari perhitungan selisih harga pasar per saham berdasarkan laporan aktuaria dengan harga rata-rata buyback.
TOWR telah mencatatkan selisih tersebut dalam laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2025. Dana ini masuk ke dalam akun Tambahan Modal Disetor atau Additional Paid-in Capital.
Monalisa menegaskan penentuan harga pelaksanaan MESOP mengacu pada ketentuan yang berlaku. RUPS telah memberikan wewenang penuh kepada Direksi untuk menentukan metode perhitungan harga bagi peserta program.
“RUPS Perseroan memberikan wewenang penuh kepada Direksi, termasuk untuk menentukan metode perhitungan harga,” ungkapnya.
Hingga saat ini, manajemen menyatakan tidak ada informasi atau fakta material lain yang belum diungkapkan. Seluruh proses pengalihan saham treasuri dilakukan sesuai dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
