Trump Ancam Bom Iran Balik ke Zaman Batu, Harga Minyak WTI Terbang 11%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak tajam pada akhir perdagangan Kamis (1/4/2026) waktu setempat atau Kamis malam (2/4/2026) WIB. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar akan perang berkepanjangan di Timur Tengah. Investor cemas lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz akan terblokade selama berminggu-minggu.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei melonjak 11,42 USD atau lebih dari 11%. Minyak WTI berakhir pada posisi 111,54 USD per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah Brent naik 7,87 USD atau hampir 8%. Harga minyak acuan global ini ditutup pada level 109,03 USD per barel di London ICE Futures Exchange.

Pidato nasional Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu malam menjadi pemicu utama kenaikan harga. Trump memperingatkan adanya serangan militer lebih lanjut terhadap Iran. Serangan keras tersebut diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga minggu ke depan.

Pernyataan ini memupus harapan pasar akan penurunan tensi konflik dalam waktu dekat. Trump menuding rezim Iran meluncurkan serangan teror gila terhadap kapal tanker minyak komersial. Ia juga menyebut negara tetangga yang tidak ada hubungannya dengan konflik ikut menjadi sasaran.

Meski mengancam dengan serangan hebat, Trump menyebut perang tidak akan berlangsung lama. Ia mengeklaim diskusi dengan pihak Teheran masih terus berjalan untuk mencari solusi diplomasi.

“Kami akan menyelesaikan pekerjaan ini, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat,” ujar Trump.

Di sisi lain, harga sempat sedikit melandai dari level tertingginya. Hal ini terjadi setelah kantor berita Iran, IRNA, melaporkan upaya penyusunan protokol pemantauan transit. Iran disebut tengah bekerja sama dengan Oman untuk mengawasi jalur perairan kritis tersebut.

Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran urusan Hukum dan Internasional, memberikan penjelasan. Menurutnya, lalu lintas kapal tanker di saluran pengiriman utama tersebut bisa dilanjutkan kembali. Syaratnya, aktivitas tersebut harus diawasi dan dikoordinasikan oleh kedua negara.

Sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari, jalur Selat Hormuz praktis terhenti. Padahal, jalur ini biasanya dilalui oleh seperlima aliran minyak dan gas dunia. Kondisi tersebut memicu salah satu krisis energi paling dahsyat di dunia.

Giles Alston, analis risiko politik di Oxford Analytica, memberikan analisanya pada acara Squawk Box Asia. Ia menilai posisi AS terhadap Selat Hormuz kini telah berubah drastis.

“Semakin jelas posisi AS mengenai apa yang Anda lakukan untuk mengeluarkan dan menyalurkan minyak Anda melalui Selat Hormuz sekarang adalah sesuatu yang Washington telah angkat tangan. Ini sekarang menjadi urusan bagi mereka yang menyalurkan minyak melalui Selat untuk menyelesaikannya sendiri,” kata Alston.

George Efstathopoulos, manajer portofolio di Fidelity International, juga memberikan pandangan. Menurutnya, pasar telah bersiap untuk menghadapi dua kemungkinan hasil yang ekstrem. Investor menanti apakah Presiden AS akan mengakhiri perang atau justru memperpanjang ketidakpastian.

“Jelas kita tampaknya berada di jalur yang terakhir sekarang,” ujar Efstathopoulos.

Ketegangan semakin memanas setelah Trump mengancam akan menghancurkan Iran melalui unggahan di Truth Social. Ia menyatakan hanya akan mempertimbangkan gencatan senjata jika Selat Hormuz sudah terbuka bebas dan bersih.

“Sampai saat itu tiba, kami akan meledakkan Iran hingga terlupakan atau, seperti yang mereka katakan, kembali ke Zaman Batu!!!” tegas Trump.

Pihak Republik Islam Iran membantah klaim Trump mengenai permintaan gencatan senjata. Teheran menegaskan jalur transit utama tersebut tetap berada di bawah kendali penuh Angkatan Laut IRGC. Kedua belah pihak sering kali mengeluarkan klaim yang saling bertentangan sejak perang dimulai.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Ambles Lebih dari 3%, Ternyata Ini Pemicunya

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia ditutup merosot tajam...

Usai Pernyataan Trump Soal Perang Iran, Harga Minyak Dunia Longsor

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot pada akhir...

Harapan Damai AS-Iran Muncul, Harga Emas Dunia Kembali Menguat

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru