STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Rabu (25/3/2026). Kenaikan terjadi seiring munculnya sinyal deeskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip CNBC International, sentimen positif dipicu pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang membuka peluang pembicaraan damai dengan Teheran. Trump menyebut kedua negara tengah menjalani proses negosiasi.
Ia juga membatalkan ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama proses negosiasi berlangsung.
“Mereka berbicara kepada kami, dan mereka berbicara masuk akal,” ujar Trump.
Penguatan dipimpin bursa Jepang. Indeks Nikkei 225 melonjak 2,87% ke level 53.749,61. Indeks Topix turut naik 2,57% menjadi 3.650,99. Harapan stabilitas global mendorong minat beli investor di Negeri Sakura.
Bursa Korea Selatan ikut mencatatkan kinerja positif. Indeks Kospi menguat 1,59% ke posisi 5.642,21. Indeks Kosdaq melesat 3,40% menjadi 1.159,55.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 1,85% ke level 8.534,3. Sementara itu, pasar saham China daratan juga bergerak positif. Indeks CSI 300 naik 1,40% menjadi 4.537,47, sedangkan Shanghai Composite menguat 1,30%.
Indeks Hang Seng Hong Kong bertambah 1,09% ke posisi 25.335,95. Di India, indeks Nifty 50 menguat 1,72% ke level 23.306,45.
Meredanya ketegangan di Timur Tengah turut menekan harga minyak dunia. Minyak mentah Brent turun sekitar 6% ke level USD 98,31 per barel. Minyak West Texas Intermediate (WTI) AS juga melemah 5% menjadi USD 87,65 per barel.
Di sisi lain, kabar negatif datang dari sektor korporasi Hong Kong. Saham perusahaan mainan Pop Mart anjlok lebih dari 23% pada perdagangan hari yang sama.
Penurunan terjadi meski pendapatan tahunan perusahaan melonjak sekitar 185% menjadi 37,12 miliar yuan atau setara USD 5,4 miliar.
Lembaga riset Morningstar menilai pertumbuhan Pop Mart masih bergantung pada satu merek utama. Ekspansi ke taman hiburan dan lisensi dinilai memiliki risiko pelaksanaan yang tinggi.
