back to top
Selasa, Januari 27, 2026
25.5 C
Jakarta

Trump Gugat JPMorgan Chase USD 5 Miliar, Tuduh Bank Lakukan Diskriminasi Politik

STOCKWATCH.ID (FLORIDA) – Donald Trump resmi melayangkan gugatan hukum terhadap JPMorgan Chase. Bank terbesar di Amerika Serikat ini dituntut membayar ganti rugi sebesar USD 5 miliar. Trump menuduh bank tersebut menutup rekeningnya secara ilegal karena alasan politik.

Mengutip BBC, gugatan ini juga menyeret nama Jamie Dimon. Ia merupakan Chief Executive Officer (CEO) JPMorgan Chase yang telah memimpin selama dua dekade. Trump mengeklaim dirinya dan bisnis miliknya menderita kerugian finansial serta reputasi yang sangat besar.

Perselisihan ini bermula ketika JPMorgan Chase menutup akun milik Trump secara mendadak pada tahun 2021. Langkah tersebut diambil bank tak lama setelah peristiwa kerusuhan di Capitol AS pada 6 Januari 2021. Saat itu, para pendukung Trump berkumpul untuk mengganggu pengesahan hasil pemilu.

Menanggapi tuduhan tersebut, pihak JPMorgan Chase angkat bicara. Mereka menegaskan langkah penutupan rekening tidak berkaitan dengan preferensi politik pelanggan.

“Gugatan ini tidak berdasar. JPMC tidak menutup rekening karena alasan politik atau agama,” ujar juru bicara JPMorgan Chase.

Pihak bank menjelaskan keputusan penutupan akun murni berdasarkan penilaian risiko. Mereka memiliki aturan ketat terkait kepatuhan hukum demi menjaga stabilitas perusahaan.

“Kami menutup rekening karena menimbulkan risiko hukum atau peraturan bagi perusahaan,” tambah pihak bank dalam pernyataan resminya.

Gugatan ini diajukan di Florida. Wilayah ini memiliki aturan hukum yang melarang bank mendiskriminasi klien berdasarkan pandangan politik. Trump menilai tindakan bank merupakan bentuk paksaan terhadap masyarakat.

Menurut dokumen gugatan, Trump menyebut penutupan akun tersebut sebagai tindakan subversif. Ia menuding JPMorgan Chase terpengaruh oleh paham tertentu untuk menjauhi pandangan politik konservatif.

“Indikator utama dari praktik industri sistemik dan subversif yang bertujuan memaksa masyarakat untuk menggeser dan menyelaraskan kembali pandangan politik mereka,” tulis Trump dalam gugatan tersebut.

Ia juga menambahkan poin terkait situasi politik saat pemutusan hubungan bisnis terjadi. Trump merasa bank hanya mengikuti arus opini publik saat itu.

“Intinya, JPMC melakukan debanking pada akun penggugat karena percaya tren politik saat itu mendukung langkah tersebut,” ungkapnya.

Selain masalah penutupan akun, Trump menuduh bank melakukan fitnah dagang. Ia mengeklaim namanya dan bisnis keluarganya dimasukkan ke dalam daftar hitam. Daftar ini diduga dibagikan kepada bank lain untuk menandai orang-orang yang dianggap melakukan aktivitas nakal.

Fenomena “debanking” atau penutupan rekening secara sepihak memang menjadi perhatian serius bagi Trump. Ia sebelumnya telah memerintahkan peninjauan terhadap aktivitas bank-bank besar terkait praktik ini.

Bulan lalu, regulator menemukan sembilan bank besar melakukan perbedaan perlakuan yang tidak tepat terhadap nasabah. Beberapa sektor seperti minyak, gas, dan hiburan dewasa dilaporkan mengalami pembatasan akses perbankan.

Hingga kini, JPMorgan Chase menyatakan penyesalan atas penutupan rekening nasabah. Namun, mereka menegaskan kepatuhan terhadap regulasi tetap menjadi prioritas utama bank.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Menanjak, Indeks Dow Jones Terkerek Lebih dari 300 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS)...

Menanti Laporan Keuangan Emiten Besar, Bursa Saham Eropa Parkir di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Wall Street Bervariasi, Indeks Nasdaq Menghijau Saat Dow Jones Terperosok

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru