STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup melemah pada perdagangan Selasa (31/3/2026). Pergerakan pasar tertekan oleh fluktuasi harga minyak dunia. Kondisi ini dipicu laporan terkait keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghindari konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Mengutip laporan Wall Street Journal (WSJ), Trump menyampaikan kepada para pembantunya terkait kesediaan mengakhiri aksi militer terhadap Iran. Langkah tersebut tetap akan diambil meskipun Selat Hormuz masih dalam kondisi tertutup. Saat ini, perang Iran telah memasuki minggu kelima tanpa kejelasan prospek perdamaian.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,1% menjadi USD 102,78 per barel. Sebaliknya, harga minyak mentah Brent naik 0,24% ke level USD 113,05 per barel setelah sebelumnya sempat merosot. Berdasarkan data terbaru, harga Brent bahkan sempat melonjak hingga USD 118,31 per barel.
Trump dan para penasihatnya menilai operasi pembukaan kembali jalur perdagangan kritis tersebut berisiko memperlama konflik. Awalnya, lini masa perang ini diperkirakan hanya berlangsung hingga enam minggu. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur penting bagi seperlima pasokan minyak dunia yang kini terhenti total sejak serangan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
CIO Fed Watch Advisors, Ben Emons memberikan analisisnya terkait sinyal politik tersebut. “Trump dapat dipaksa untuk mengibarkan bendera putih guna mengendalikan harga gas dan inflasi sebelum pemilihan sela,” ujarnya.
Menurut Emons, perubahan arah kebijakan ini merupakan sinyal bagi para investor untuk mengubah strategi investasi mereka. “Ini adalah momen untuk mempertimbangkan rotasi keluar dari portofolio perang dan masuk ke portofolio pemulihan,” tuturnya.
Indeks Kospi Korea Selatan mencatat penurunan tajam sebesar 4,26% ke level 5.052,46. Indeks saham berkapitalisasi kecil, Kosdaq, juga jatuh hampir 5% ke posisi 1.052,39. Mata uang Won Korea ikut melemah 0,84% menjadi 1.529,9 per USD, mendekati level terlemahnya sejak 2009.
Bursa Jepang juga tertekan dengan indeks Nikkei 225 yang merosot 1,58% menjadi 51.063,72. Namun, indeks Topix berhasil bangkit dari pelemahan awal dan ditutup naik 1,26% ke level 2.497,86.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik tipis 0,25% dan berakhir pada posisi 8.481,8. Sementara itu, bursa China daratan melalui indeks CSI 300 melemah 0,93% ke level 4.450,05. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga terpantau sedikit lebih rendah pada jam terakhir perdagangan.
