Trump Isyaratkan Perang Iran Segera Berakhir, Indeks Kospi Meroket 8%

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada penutupan perdagangan Rabu (1/4/2026). Investor menyambut baik pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberi harapan perang di Iran segera berakhir. Sentimen positif ini muncul setelah Trump memberi sinyal penarikan pasukan militer dalam waktu dekat.

Mengutip CNBC International, Trump menyebut AS kemungkinan meninggalkan Iran dalam dua atau tiga minggu. Langkah ini memicu optimisme pasar global akan berakhirnya konflik di Timur Tengah. Trump menilai tidak ada lagi alasan bagi negaranya untuk terus terlibat dalam perang tersebut.

“Kami pergi karena tidak ada alasan bagi kami untuk melakukan ini,” ujar Trump dalam pernyataan resminya.

Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan di kawasan dengan lonjakan 8,44% ke level 5.478,7. Capaian ini merupakan kenaikan harian terbesar Kospi sejak 5 Maret lalu. Sementara itu, indeks Kosdaq yang mencakup saham berkapitalisasi kecil melonjak 6,06% ke posisi 1.116,18.

Penguatan bursa Korea Selatan didorong data ekspor bulan Maret yang melompat 48,3% secara tahunan. Angka ini melampaui estimasi para analis yang memprediksi pertumbuhan sebesar 44,9%.

Bursa Jepang juga mencatatkan kinerja gemilang. Indeks Nikkei 225 terbang 5,24% dan berakhir di posisi 53.739,68. Indeks Topix yang lebih luas ikut naik 4,95% menjadi 3.670,9. Penguatan ini didorong oleh performa positif saham-saham sektor keuangan.

Hasil survei Tankan Bank of Japan untuk kuartal pertama 2026 menunjukkan optimisme manufaktur besar Jepang naik ke angka 17. Posisi ini mengalahkan ekspektasi pasar dan mencapai level tertinggi sejak kuartal keempat 2021. Optimisme pada sektor non-manufaktur besar juga bertahan di angka 36.

Pasar saham China daratan mencatatkan kenaikan dengan indeks CSI 300 yang menguat 1,71% ke level 4.526,06. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga merangkak naik 1,88% pada jam terakhir perdagangan. Di sisi lain, aktivitas manufaktur China versi RatingDog PMI melambat ke posisi 50,8 pada Februari.

Bursa Australia turut menghijau didorong kenaikan saham jasa pendidikan. Indeks S&P/ASX 200 ditutup naik 2,24% ke level 8.671,8. Di India, indeks Nifty 50 naik 2,14% dan Sensex menguat 2,56% pada tengah hari waktu setempat.

Kabar dari Timur Tengah juga membuat harga minyak dunia anjlok. Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 3,5% menjadi USD 97,79 per barel. Minyak Brent untuk pengiriman Juni merosot 4,8% ke posisi USD 98,56 per barel.

Sentimen positif di Asia mengikuti jejak Wall Street yang mencatatkan hari terbaiknya sejak Mei. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 2,49%. Indeks S&P 500 naik 2,91% dan Nasdaq Composite melesat 3,83% pada penutupan perdagangan sebelumnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ada Sinyal Damai AS-Iran, Wall Street Kompak Menghijau di Awal April

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Trump Sebut Perang Iran Segera Usai, Bursa Saham Eropa Terbang Tinggi

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat tajam...

Harapan Damai Perang Iran Muncul, Indeks Dow Jones Melejit 1.100 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru