Trump Janji Pukul Iran “Sangat Keras”, Bursa Saham Asia Langsung Berguguran

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup kompak memerah pada perdagangan Kamis (2/4/2026). Seluruh indeks utama jatuh ke zona negatif usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pidato nasional terkait perang Iran. Sentimen ini membalikkan penguatan yang sempat terjadi pada awal sesi.

Mengutip CNBC International, Trump menyebut tujuan AS di Iran hampir tercapai dalam pidatonya selama 19 menit. Ia mengklaim Washington memiliki semua kendali dalam konflik tersebut. Namun, Trump juga menegaskan AS akan menyerang Iran dengan “sangat keras” dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Indeks Kospi Korea Selatan memimpin pelemahan di Asia dengan anjlok 4,47% ke level 5.234,05. Indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga jatuh 5.36% ke posisi 1.056,34. Padahal, kedua indeks ini sempat dibuka menguat lebih dari 1%.

Bursa Jepang pun mencatatkan kinerja negatif. Indeks Nikkei 225 merosot 2,38% dan berakhir di posisi 52.463,27. Indeks Topix yang lebih luas ikut turun 1,61% menjadi 3.611,67.

Kondisi serupa terjadi di Australia. Indeks S&P/ASX 200 ditutup melemah 1,06% ke level 8.579,5. Pencapaian ini menghapus keuntungan yang diraih pada awal perdagangan hari ini.

Pasar saham China dan Hong Kong turut berakhir di zona merah. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun sekitar 1% pada jam terakhir perdagangan. Indeks CSI 300 di China daratan kehilangan 1,04% dan menetap di posisi 4.478,91. Sementara itu, indeks Shanghai terkoreksi 0,74%.

Bursa India juga tertekan setelah pidato Trump tersebut. Indeks Nifty 50 turun 1,38% dan Sensex melemah 1,47% pada pukul 13.06 waktu setempat.

Alicia Garcia Herrero, Kepala Ekonom Asia Pasifik di Natixis, memberikan analisanya kepada CNBC. Ia menilai pelaku pasar merespons negatif sikap kontradiktif Trump.

“Pasar bereaksi negatif karena, meskipun Trump mengatakan ini hampir berakhir, dia mengirim kapal induk ketiga dan lebih banyak pasukan ke wilayah tersebut sehingga sulit untuk mempercayai kata-katanya,” ujar Herrero.

Selain ancaman perang, pasar bereaksi terhadap lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak mentah AS melonjak 6% menjadi USD 106,39 per barel. Patokan global minyak Brent naik 6,7% ke level USD 107,97 per barel.

Trump sebelumnya sempat mengeklaim adanya permintaan gencatan senjata dari Iran melalui media sosial Truth Social. Namun, pihak Teheran membantah klaim tersebut. Trump menyatakan hanya akan mempertimbangkan tawaran itu jika Selat Hormuz sudah terbuka bebas dan bersih.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ancaman Trump Bikin Harga Minyak Mendidih, Dow Jones Tergelincir!

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Perang Iran Memanas, Bursa Saham Eropa Ditutup Variatif di Tengah Lonjakan Harga Minyak

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup variatif pada...

Ada Sinyal Damai AS-Iran, Wall Street Kompak Menghijau di Awal April

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru