Minggu, Januari 11, 2026
25.1 C
Jakarta

Trump Minta Bos Minyak AS Tanam USD 100 Miliar di Venezuela, Responsnya Dingin!

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta industri minyak mengucurkan investasi sedikitnya USD 100 miliar untuk Venezuela. Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan di Gedung Putih, Jumat waktu setempat. Namun, para bos perusahaan minyak raksasa AS memberikan respons dingin.

Mengutip BBC, para pimpinan perusahaan energi tersebut mengakui Venezuela memiliki cadangan energi yang sangat besar. Namun, mereka menilai perlu ada perubahan signifikan agar wilayah tersebut menarik bagi investor. Hingga saat ini, belum ada komitmen keuangan besar yang disepakati.

Trump berencana mengaktifkan kembali produksi minyak negara Amerika Selatan tersebut. Langkah ini diambil setelah pasukan AS menangkap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, dalam penggerebekan di ibu kota Caracas pada 3 Januari lalu.

“Salah satu hal yang didapat Amerika Serikat dari sini adalah harga energi yang lebih rendah,” ujar Trump dalam pertemuan tersebut.

Meski Trump sangat optimis, para bos minyak justru bersikap sangat waspada. CEO Exxon, Darren Woods, mengingatkan pengalaman pahit perusahaannya di negara tersebut. Exxon tercatat pernah mengalami penyitaan aset oleh pemerintah Venezuela di masa lalu.

“Aset kami telah disita di sana dua kali, jadi Anda bisa membayangkan untuk masuk kembali ketiga kalinya akan memerlukan beberapa perubahan signifikan dari apa yang telah kita lihat secara historis dan apa yang menjadi keadaan saat ini,” tegas Darren Woods.

Woods secara gamblang menyebut kondisi politik dan hukum di Venezuela belum kondusif bagi modal asing. Menurutnya, kepastian keamanan aset menjadi faktor utama bagi investor.

“Hari ini itu tidak bisa diinvestasikan,” tambah Woods.

Hubungan Venezuela dengan perusahaan minyak internasional memang sangat rumit sejak minyak ditemukan di sana seabad lalu. Saat ini, hanya Chevron satu-satunya perusahaan minyak besar Amerika yang masih beroperasi di Venezuela. Beberapa perusahaan asing lain seperti Repsol dari Spanyol dan Eni dari Italia juga masih aktif.

Trump menegaskan pemerintahannya akan memegang kendali penuh. Ia meminta perusahaan-perusahaan minyak tersebut hanya berhubungan dengan pihak Amerika Serikat.

“Anda berurusan langsung dengan kami. Anda sama sekali tidak berurusan dengan Venezuela. Kami tidak ingin Anda berurusan dengan Venezuela,” kata Trump kepada para eksekutif.

Gedung Putih kini tengah berupaya mencabut sanksi AS secara selektif. Sanksi ini sebelumnya membatasi penjualan minyak Venezuela. Pejabat AS mengoordinasikan langkah ini dengan otoritas sementara yang dipimpin Wakil Presiden Delcy Rodríguez.

Pemerintah AS ingin mempertahankan kendali atas penjualan minyak tersebut. Hal ini dilakukan untuk menjaga posisi tawar terhadap pemerintahan Rodríguez. Pekan ini, AS telah menyita beberapa kapal tanker yang membawa minyak mentah ilegal.

Uang hasil penjualan minyak nantinya akan disimpan dalam rekening yang dikendalikan oleh Amerika Serikat. “Kita terbuka untuk bisnis,” tegas Trump.

Trump juga menandatangani perintah eksekutif untuk melindungi pendapatan minyak Venezuela. Aturan ini melarang pengadilan AS menyita dana yang dikumpulkan AS dari minyak Venezuela di rekening Departemen Keuangan Amerika.

Produksi minyak Venezuela merosot tajam dalam beberapa dekade terakhir akibat kurangnya investasi dan salah urus. Saat ini, produksi mereka hanya sekitar satu juta barel per hari. Angka tersebut menyumbang kurang dari 1% dari pasokan global.

Analis energi dari Goldwyn Global Strategies, David Goldwyn, menilai para CEO hanya bersikap sopan kepada Trump. Perusahaan besar seperti Exxon dan Shell dinilai tidak akan berani berinvestasi puluhan miliar dolar tanpa jaminan keamanan fisik dan kepastian hukum.

“Kondisinya belum tepat,” ujar Goldwyn.

Kepala Ekonom Rystad Energy, Claudio Galimberti, menyebut angka USD 100 miliar sangat berpengaruh besar jika benar-benar terwujud. Namun, ia mengingatkan komitmen besar tersebut sulit muncul sebelum situasi politik benar-benar stabil. Rakyat Amerika diminta tidak berharap harga minyak akan segera turun akibat situasi di Venezuela.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Instruksikan Pembelian Obligasi KPR USD 200 Miliar, Incar Bunga Murah

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump,...

Investor Lepas Saham Teknologi, Dow Jones Terkerek 270 Poin ke Level 49.266

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Trump Usul Anggaran Militer USD 1,5 Triliun, Saham Pertahanan Eropa Berpesta

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa berakhir di zona...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru