Senin, Januari 12, 2026
24.4 C
Jakarta

Trump Ngamuk! Bos Statistik Tenaga Kerja AS Dipecat Gegara Data Jobs Anjlok

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat Komisaris Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS), Erika McEntarfer, pada Jumat, 1 Agustus 2025 waktu setempat atau Sabtu 2 Agustus 2025 WIB. Keputusan ini diambil hanya beberapa jam setelah BLS melaporkan angka pertumbuhan lapangan kerja yang mengecewakan.

Mengutip CNBC International, dalam laporan terbaru, BLS hanya mencatat penambahan 73.000 pekerjaan non-pertanian selama Juli 2025. Angka ini jauh di bawah ekspektasi pasar. Tidak hanya itu, BLS juga merevisi turun data dua bulan sebelumnya sebesar 258.000. Ini menjadi revisi dua bulan terbesar sejak April 2020 saat awal pandemi Covid-19.

Trump langsung bereaksi. Lewat akun Truth Social, ia menyebut McEntarfer sebagai “political appointee” dari Presiden Joe Biden yang dianggap telah memanipulasi data. “Saya baru diberi tahu bahwa ‘Jobs Numbers’ negara kita dibuat oleh Dr. Erika McEntarfer, seorang Biden Appointee. Dia memalsukan data sebelum pemilu untuk meningkatkan peluang Kamala menang,” tulis Trump.

Trump kemudian menyatakan sudah memerintahkan timnya untuk memecat McEntarfer. “Kita butuh data pekerjaan yang akurat. Saya sudah arahkan tim untuk memecat Biden Political Appointee ini, SEGERA. Dia akan digantikan oleh orang yang jauh lebih kompeten dan berkualitas,” katanya.

BLS melalui juru bicara mengonfirmasi pemecatan tersebut. “BLS dapat mengonfirmasi Komisaris Erika McEntarfer diberhentikan hari ini. Wakil Komisaris William Wiatrowski akan menjabat sebagai Komisaris Sementara,” ujar perwakilan BLS kepada CNBC.

BLS berada di bawah Departemen Tenaga Kerja yang dipimpin Lori Chavez-DeRemer, seorang pejabat yang ditunjuk oleh Trump.

Pasar langsung merespons laporan pekerjaan yang lemah ini. Dow Jones anjlok lebih dari 500 poin. Indeks Nasdaq turun lebih dari 2%. Imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut melemah.

Trump tidak hanya menyerang BLS. Ia kembali melontarkan kritik tajam ke Ketua The Fed, Jerome Powell. Dalam unggahannya, Trump menyebut Powell bermain-main dengan suku bunga demi keuntungan politik. “Ekonomi BOOMING di bawah TRUMP meski Fed juga bermain-main, kali ini dengan suku bunga. Mereka turunkan dua kali sebelum Pilpres demi bantu Kamala menang. Bagaimana hasilnya?” tulis Trump. Ia bahkan menyarankan agar Powell “dipensiunkan saja.”

Keputusan Trump memecat McEntarfer menuai kritik tajam dari berbagai pihak. William Beach, pendahulu McEntarfer di BLS yang juga ditunjuk oleh Trump pada 2017, menyebut pemecatan ini berbahaya.

“Pemecatan tanpa dasar terhadap Dr. Erika McEntarfer menciptakan preseden buruk dan merusak misi statistik BLS,” tulis Beach di X. Ia menambahkan, “Presiden memperparah serangan terhadap independensi dan integritas sistem statistik federal. Ini bentuk menyalahkan orang atas berita ekonomi yang tidak menyenangkan.”

Peter Mallouk, Presiden dan Chief Investment Officer Creative Planning, bahkan mengira unggahan Trump semula adalah lelucon. “Saya tidak percaya dengan apa yang saya lihat. Ini tidak sehat,” ujarnya. “Kita tidak bisa punya sistem di mana seseorang dipecat hanya karena datanya tidak disukai.”

Sebelum laporan Juli dirilis, Trump kerap memuji kekuatan pasar tenaga kerja AS. Setelah data Juni keluar, Gedung Putih bahkan menyebutnya sebagai “June Boom.”

Namun laporan Juli membalik situasi. Dengan hanya 35.000 rata-rata pertumbuhan pekerjaan dalam tiga bulan terakhir, kekhawatiran atas perlambatan ekonomi kembali mencuat. Pasar kini mulai memprediksi kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada September mendatang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

S&P 500 dan Dow Jones Cetak Rekor Baru, Wall Street Tutup Pekan dengan Gemilang

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Eropa Ditutup Menguat, Pasar Cermati Data Tenaga Kerja AS

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Bursa Asia Berakhir Variatif, Saham Pertahanan Hanwha Aerospace Meroket 11%

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru