STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot lebih dari 1% pada akhir perdagangan Rabu (15/1/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (15/1/2026) WIB. Penurunan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia memberi sinyal pembatalan serangan militer terhadap Iran.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent melemah 93 sen atau 1,42%. Saat ini, harga Brent berada di posisi 64,54 dolar AS per barel, di London ICE Futures Exchange.
Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 95 sen atau sekitar 1,55% ke level 60,20 dolar AS per barel, di New York Mercantile Exchange.
Trump menyampaikan pengumuman tersebut di Ruang Oval Gedung Putih. Ia menanggapi laporan mengenai eksekusi pengunjuk rasa di Iran. “Kami telah diberi tahu pembunuhan di Iran sedang berhenti. Itu sudah berhenti. Itu berhenti dan tidak ada rencana untuk eksekusi,” ujar Trump kepada wartawan.
Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan mengambil tindakan sangat kuat terhadap Iran. Ancaman itu muncul jika pemerintah Iran terbukti membunuh para demonstran. Kabar terbaru dari Trump ini langsung membalikkan keadaan pasar. Harga minyak yang sempat naik pada sesi reguler tiba-tiba jatuh tajam pada perdagangan tambahan.
Para pelaku pasar menganggap ucapan Trump sebagai tanda tidak akan ada serangan udara dalam waktu dekat. Meski begitu, Trump menegaskan pihaknya tetap memantau situasi di lapangan. “Kami akan mengawasinya dan melihat bagaimana prosesnya,” kata Presiden AS tersebut.
Trump mengaku menerima laporan positif dari orang-orang yang memahami kondisi di Iran. Hal ini sedikit meredakan kecemasan pasar atas isu hukuman mati massal di negara tersebut. “Setiap orang membicarakan banyak eksekusi sedang berlangsung hari ini. Kami baru saja diberitahu tidak ada eksekusi. Saya harap itu benar. Itu adalah hal yang besar,” ucap Trump.
Kondisi di Iran sendiri masih sangat tegang. Pasukan keamanan di sana bertindak keras terhadap aksi demonstrasi besar-besaran. Ratusan orang dilaporkan tewas dalam kejadian tersebut. Selain itu, pemerintah Iran memutus akses internet di seluruh negeri. Kebijakan ini menyulitkan dunia luar untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.
Iran merupakan anggota penting dalam organisasi negara pengekspor minyak (OPEC). Negara ini memegang peran besar sebagai salah satu produsen minyak mentah dunia. Saat ini, para pedagang terus memantau situasi keamanan di sana. Mereka khawatir kerusuhan tersebut bisa mengganggu pasokan minyak ke pasar internasional.
