Minggu, Januari 11, 2026
25.1 C
Jakarta

Trump Usul Anggaran Militer USD 1,5 Triliun, Saham Pertahanan Eropa Berpesta

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Kamis (8/1/2026) waktu setempat. Meski indeks utama melemah, saham-saham sektor pertahanan justru melonjak tajam. Kenaikan ini dipicu oleh seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk meningkatkan belanja militer.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa ditutup turun 0,2% pada level 603,83. Pergerakan bursa saham utama di kawasan ini terlihat bervariasi. Indeks CAC 40 Prancis naik 0,12% ke posisi 8.243,47. FTSE MIB Italia menguat 0,25% menjadi 45.671,70. Sebaliknya, FTSE 100 Inggris terkoreksi tipis 0,04% ke level 10.044,69. DAX Jerman naik tipis 0,02% dan IBEX 35 Spanyol bertambah 0,33%.

Pasar global pekan ini terseret ketegangan geopolitik yang meningkat. Situasi memanas menyusul penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Selain itu, muncul ancaman penyitaan wilayah Greenland oleh pihak tertentu.

Saham sektor pertahanan mencatat kenaikan selama lima hari berturut-turut. Trump mengusulkan kenaikan belanja militer AS sebesar 50%. Ia membidik anggaran sebesar USD 1,5 triliun pada tahun 2027. Rencana ini disampaikan melalui unggahan di media sosial TruthSocial pada Rabu malam.

Trump menulis, “Setelah negosiasi panjang dan sulit dengan para Senator, Anggota Kongres, Sekretaris, dan Perwakilan Politik lainnya, saya telah memutuskan demi Kebaikan Negara kita, terutama di masa-masa yang sangat sulit dan berbahaya ini, Anggaran Militer kita untuk tahun 2027 tidak seharusnya USD 1 Triliun, melainkan USD 1,5 Triliun.”

Ia menambahkan, “Ini akan memungkinkan kita membangun ‘Militer Impian’ yang sudah lama menjadi hak kita, dan yang lebih penting, akan menjaga kita tetap AMAN dan TERJAMIN, terlepas dari siapa pun musuhnya.”

Indeks Stoxx Europe Aerospace and Defense berakhir menguat 1,1%. Saham Renk naik 2,9%. Saham Leonardo melonjak 2% hingga menyentuh level tertinggi dalam 52 minggu. Saham Rheinmetall juga terapresiasi 1,4%.

Kondisi berbeda menimpa sektor minyak Eropa. Saham-saham minyak berakhir melemah untuk hari kedua. Investor mengantisipasi kemungkinan perusahaan-perusahaan AS mengekstraksi minyak dari Venezuela.

Saham Shell anjlok 3,5% dan BP turun 0,6%. Di sisi lain, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret berada di posisi USD 60,95 per barel. Harga ini pulih setelah sempat merosot di bawah USD 60 pada Rabu.

Pasar Eropa juga dalam posisi waspada tinggi. Hal ini menyusul ancaman Trump terkait penggunaan kekuatan militer AS untuk mengakuisisi Greenland. Greenland merupakan wilayah semi-otonom milik Denmark. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu pejabat Denmark pekan depan. Rubio mencoba meredam suasana dengan menyebut Trump hanya ingin “membeli” Greenland.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Minta Bos Minyak AS Tanam USD 100 Miliar di Venezuela, Responsnya Dingin!

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump...

Trump Instruksikan Pembelian Obligasi KPR USD 200 Miliar, Incar Bunga Murah

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump,...

Investor Lepas Saham Teknologi, Dow Jones Terkerek 270 Poin ke Level 49.266

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru