Minggu, Januari 11, 2026
25.1 C
Jakarta

Tumbuh 10,5%, Agung Podomoro Catatkan Marketing Sales Rp881,5 Miliar di Semester I 2025, Ini Proyek Pendukungnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) pada semester I 2025 berhasil mencatatkan marketing sales sebesar Rp881,5 miliar. Pencapaian tersebut tumbuh 10,5% dibandingkan periode sama tahun 2024 sebesar Rp796,3 miliar.

Penjualan sejumlah proyek properti seperti Podomoro Park Bandung, Bukit Podomoro Jakarta, Podomoro Golf View dan Podomoro City Deli Medan menjadi penopang utama marketing sales Perusahaan pada periode ini.

Justini Omas, Sekretaris Perusahaan APLN, mengemukakan, keberhasilan Perusahaan dalam mendorong pertumbuhan penjualan properti merupakan buah dari kejelian manajemen dalam mengoptimalkan kebutuhan pasar di berbagai wilayah yang tetap tinggi.

Selain itu, produk-produk yang ditawarkan oleh APLN juga sesuai dengan standar dan ekspektasi mayoritas konsumen yang menginginkan hunian berkualitas dengan value yang terus bertumbuh.

“Kami terus mendorong penjualan properti di berbagai wilayah seperti Bandung dan Medan yang ekonominya tumbuh positif. Masih tingginya kebutuhan properti di beberapa daerah itu akan terus dioptimalkan oleh APLN dengan merilis produk-produk baru,” jelas Justini dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

Sejumlah inisiatif telah dilakukan APLN untuk menjangkau konsumen lebih luas. Sebagai contoh, belum lama ini APLN menjalin kerjasama strategis dengan perusahaan konstruksi ternama, Shimizu Corporation Indonesia. Saat ini kerjasama difokuskan di proyek Podomoro Park Bandung. Ke depan, terbuka kesempatan bagi kedua pihak untuk membangun kolaborasi yang lebih besar.

Secara finansial, pada semester I 2025 APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp1,68 triliun atau turun 10,5% dibandingkan Rp1,88 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh hilangnya kontribusi pendapatan usaha dari hotel Pullman Vimala Hills yang telah di divestasi pada tahun 2024.

Pada periode yang sama, APLN membukukan pengakuan penjualan sebesar Rp1,06 triliun, turun 8,8% dari Rp1,16 triliun. Sementara itu pendapatan berulang Perusahaan juga menurun 13,1% dari Rp723,5 miliar pada semester I 2024 menjadi Rp629,0 miliar pada periode sama tahun ini.

“Divestasi Hotel Pullman Vimala Hills memang berdampak langsung terhadap pendapatan Perusahaan. Tapi, hasil dari divestasi itu justru memperkuat fundamental APLN mengingat dananya dipakai untuk membangun hotel baru di Bali dan juga melunasi sebagian utang,” ungkap Justini Omas.

 

Saat ini, seluruh utang Perseroan berada dalam mata uang rupiah, dengan jatuh tempo terdekat pada tahun 2027. Dengan adanya pelunasan seluruh utang dalam mata uang asing, APLN terbebas dari risiko fluktuasi nilai tukar dan beban biaya bunga yang tinggi.

“Langkah efisiensi keuangan terus kami lakukan untuk menjaga likuiditas dan daya saing produk-produk APLN di pasar. Kami optimis hingga akhir tahun kinerja Perusahaan akan terus bertumbuh dengan fundamental bisnis yang semakin kokoh,” terang Justini.

Sebagai informasi, APLN memiliki 41 (empat puluh satu) anak usaha, 13 (tiga belas) entitas dengan kepemilikan tidak langsung melalui anak usaha, serta 2 (dua) entitas asosiasi di bidang properti di Jakarta, Bogor, Karawang, Bandung, Bali, Balikpapan, Batam, Makassar dan Medan.

Berbekal lebih dari 50 tahun pengalaman sebagai bagian dari Agung Podomoro Grup, Agung Podomoro Land mempunyai landasan yang kuat untuk menjadi pengembang terdepan dalam menggarap pasar properti di Indonesia.

Dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir, APLN telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek properti, mayoritas ditujukan kesilahkanmen masyarakat kelas menengah, dengan kisaran proyek mulai dari low cost apartment hingga high end apartment di bilangan Jakarta Selatan, high end dan neighbourhood mall, shop houses, hotel dan office tower.

Dengan motto untuk menjadi bagian dari masa depan para pemangku kepentingan, dan memberikan gaya hidup yang harmonis, Agung Podomoro Land berkeyakinan akan dapat terus berkembang pesat di Indonesia ini, dimana pengetahuan lokal bertemu standar internasional.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Investor Telkom (TLKM) Melejit di Akhir 2025, Danantara Genggam Kendali 52,09%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Komposisi Pemegang Saham BRMS Akhir 2025: Investor Sugiman Halim Genggam 7,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

Ekspansi Rumah Tapak, Pengendali Diamond Citra (DADA) Akuisisi PKSI Rp174,8 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru