United Tractors Jual Alat Berat Komatsu 869 Unit per Februari 2026, Turun 10,5%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Penjualan alat berat Komatsu milik PT United Tractors Tbk (UNTR) selama Januari – FebruariĀ  2026 masih tertekan. Market share Komatsu secara year to date pada Februari 2026 sebesar 21%.

Laporan di laman resmi United Tractors, dikutip Senin (13/4/2026), penjualan Komatsu UNTR mencapai 869 unit per Februari 2026. Realisasi ini merosot 10,5% secara tahunan atau year on year (YoY) dari 971 unit di periode Januari-Februari 2025.

Rinciannya penjualan untuk sektor pertambangan berkontribusi sebesar 49%. Kemudian penjualan di sektor kontruksi menyumbang 18% terhadap penjualan. Alat berat Komatsu juga telah terjual untuk sektor kehutanan sekitar 18% dari total per Februari 2026, dan agribisnis sekitar 15% dari total per Februari 2026.

Pada Februari 2026 saja, penjualan Komatsu hanya mencapai 259 unit. Padahal pada Januari 2026, UNTR berhasil menjual 610 unit alat berat. Ini turun 57,5% secara bulanan atau month on month (MoM).

Dari segmen produksi batu bara, UNTR melalui Pamapersada Nusantara (PAMA) memproduksi 20,4 juta ton pada Januari-Februari 2026, lebih rendah 6,85% dari capaian pada periode yang sama tahun 2025 sebanyak 21,9 juta ton.

Selanjutnya, volume penjualan batu bara UNTR melalui Tuah Turangga Agung pada Januari-Februari 2026 sebanyak 2,771 juta ton. Jumlah ini turun 2,9% dibandingkan di periode yang sama tahun lalu sebanyak 2,854 juta ton.

Sementara itu, volume penjualan batu bara Tuah Turangga Agung pada Februari 2026 tercatat sebanyak 1,274 juta ton. Ini terdiri dari 202 ton batubara metalurgi dan 1,073 juta batubara thermal. Pencapaian ini turun 14,9% dibandingkan Januari 2026 sebanyak 1,497 juta ton, yang terdiri dari 312 ton batubara metalurgi dan 1,184 juta batubara thermal.

Sedangkan unit usaha United Tractors di bidang pertambangan emas (Agincourt Resources & Sumbawa Jutaraya) tercatat sebanyak 2 (dua) Gold Equivalent Ounces (GEOs) di periode Januari-Februari 2026, anjlok dari periode yang sama tahun 2025 sebanyak 38 GEOs.

Sepanjang periode Januari-Februari 2026, UNTR mencatat volume penjualan bijih nikel sebanyak 455 ribu wet metric ton (wmt). Ini terdiri dari 128 ribu wmt saprolit dan 327 ribu wmt limonit.Ā  Capaian ini naik 30,4% dibandingkan di periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 349 ribu wmt. Ini terdiri dari 86 ribu wmt saprolite dan 263 ribu wmt limonite.

- Advertisement -

Artikel Terkait

OJK Perkuat Regulasi Tata kelola dan Pengawasan Industri Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat...

Porsi Asing Kalahkan Investor Lokal, Entitas Ini Kuasai 84,09% Saham PANI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk...

Ekuitas Membaik, BEI Cabut Saham RICY dari Daftar Pemantauan Khusus

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru