Usai Gelar Rights Issue, Akankah Suspensi Saham WIKA Segera Dicabut? Ini Kata Bursa Efek Indonesia!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) baru saja melangsungkan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue pada Selasa (16/4...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) baru saja melangsungkan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue pada Selasa (16/4). Bursa Efek Indonesia (BEI) pun telah menetapkan harga teoritis saham WIKA sebesar Rp204, meskipun saat ini saham Perseroan masih disuspensi.
Pande Made Kusuma Ari, Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, menyatakan bahwa harga saham WIKA di pasar reguler pada Selasa (16/4) tercatat sebesar Rp240 saat akhir cum-right. Dengan demikian, harga teoritisnya ditetapkan menjadi Rp204. Penetapan harga teoritis ini didasarkan pada rasio HMETD perseroan, yaitu 100.000.000:521.981.761, dengan harga pelaksanaan Rp197 per saham.
Dengan digelarnya right issue ini akankah BEI segera mencabut suspensi saham WIKA?
Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan BEI telah menangguhkan perdagangan saham WIKA di seluruh pasar sejak tanggal 18 Desember 2023. Ini karena Perseroan menunda pembayaran pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 Seri A yang jatuh tempo pada tanggal tersebut. โHal tersebut mengindikasikan adanya permasalahan pada kelangsungan usaha Perseroan,โ ujarnya di Jakarta, Rabu (17/4/2024).
Menurut Nyoman, WIKA telah mengadakan tiga kali Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU). Itu antara lain pada 20 Oktober 2023, kemudian 30 November 2023, dan 31 Januari 2024. Namun belum mencapai kesepakatan atas usulan perbaikan terkait kelalaian tidak memenuhi kewajiban pembayaran kembali dana Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 Seri A.
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Simak Top 5 Net Foreign Buy Sepekan: BBCA Jadi Incaran Investor Asing, TPIA Pimp...
- Kinerja IHSG Juli 2026 Menguat Tajam 10,51%, Investor Nikmati Reli Bursa
- Wall Street Bangkit, Lonjakan Saham Microsoft Akhiri Tren Negatif Nasdaq
- Shell Cetak Laba USD 9,8 Miliar, Bursa Saham Eropa Melaju di Tengah Konflik AS-I...