back to top

Wall Street Berakhir Mixed, Dow Jones Turun

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street berakhir mixed pada penutupan perdagangan Senin (3/6/2024) waktu setempat atau Selasa pagi (4/6/2024) WIB. Indeks Dow Jones Industrial Average turun setelah data manufaktur AS yang lemah memicu kekhawatiran tentang kekuatan ekonomi.

Mengutip CNBC International, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS turun 115,29 poin atau 0,30%, menjadi 38.571,03. Sebaliknya, Indeks S&P 500 (SPX), naik tipis 5,89 poin atau 0,11% mencapai 5.283,40. Setali tiga uang, indeks komposit Nasdaq (IXIC), juga mendaki 93,65 poin atau 0,56% menyentuh 16.828,67.

Saham-saham siklikal yang sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan. Sektor energi, industri, dan material ditutup di zona merah. Indeks manufaktur ISM menunjukkan angka 48,7 pada Mei, mengindikasikan kontraksi dengan angka di bawah 50.

Saham Nvidia naik hampir 5% setelah mengumumkan rangkaian chip kecerdasan buatan (AI) baru. Perusahaan ini mengatakan akan memperbarui arsitektur chip AI setiap tahun untuk tetap bersaing di pasar yang sangat kompetitif.

Mei menjadi bulan yang kuat bagi Wall Street. Semua indeks utama mencatat kenaikan positif keenam dalam tujuh bulan terakhir. Nasdaq naik 6,9% pada Mei, menjadi bulan terbaik sejak November 2023. Namun, rally ini kehilangan momentum menjelang akhir bulan. Ketiga indeks menutup Mei lebih dari 1% di bawah rekor tertingginya, meskipun Dow naik lebih dari 500 poin pada Jumat. Nasdaq turun 1,1% minggu lalu karena saham chip merosot.

Chris Senyek, kepala strategi investasi Wolfe Research, mengatakan volatilitas akan meningkat selama musim panas. Dia mencatat bahwa teknikal masih terbentang, sedikit ketakutan tertanam, dan sentimen terlihat optimis.

Minggu pertama Juni akan dipenuhi dengan pembaruan ekonomi lebih lanjut. Investor menunggu data gaji swasta dari ADP pada hari Rabu dan laporan pekerjaan Mei pada hari Jumat. Investor berharap adanya pelambatan ekonomi yang cukup untuk memberi lampu hijau bagi Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga, tetapi tidak terlalu lambat hingga menimbulkan kekhawatiran resesi.

Ada masalah teknis di New York Stock Exchange yang mempengaruhi harga beberapa saham pada awal Senin, tetapi perdagangan kembali normal sekitar tengah hari.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Awas Krisis Energi Ala 1970-an! Penutupan Selat Hormuz Bisa Kerek Harga Minyak Tembus USD 100

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Pasar minyak dunia bersiap menghadapi...

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas, Dunia di Ambang Perang Besar?

STOCKWATCH.ID (TEHERAN) – Dunia internasional diguncang kabar tewasnya Pemimpin...

Timur Tengah Memanas, Maskapai Global Batalkan Penerbangan ke Dubai Hingga Doha

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Serangan militer besar-besaran Amerika Serikat (AS)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru