back to top

Wall Street Kompak Menguat, DJIA Melonjak Lebih dari 200 Poin, S&P 500 Tembus Rekor Tertinggi Baru

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street kompak berakhir menguat pada penutupan perdagangan Selasa (12/3/2024) waktu setempat atau Sabtu pagi (13/3/2024). Saham-saham melonjak setelah data inflasi AS yang baru selesai di rilis, sejalan dengan ekspektasi. ini membuka jalan bagi para investor untuk kembali membeli saham-saham teknologi yang sedang naik daun seperti Nvidia dan Meta Platforms. Indeks acuan S&P 500 mencatat rekor tertinggi baru.

Mengutip CNBC International, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS ditutup naik 235,83 poin, atau 0,61%, menjadi 39.005,49. Demikian pula yang terjadi dengan indeks S&P 500 (SPX), bertambah 57,33 poin atau sekitar 1,12% jadi 5.175,27. Setali tiga uang, indeks komposit Nasdaq (IXIC), juga mengalami peningkatan sebanyak 246,36 poin atau 1,54% menjadi 16.265,64.

Saham perusahaan chip Nvidia naik lebih dari 7%. Microsoft mengalami konjakan 2,6%, dan Meta melesat 3,3%. Oracle mendaki lebih dari 11% setelah melampaui perkiraan pendapatan Wall Street.

“Sepertinya sulit untuk melihat apa yang dapat menghentikan momentum pasar, karena pendapatan, inflasi, dan tingkat suku bunga bergerak ke arah yang benar,” kata Skyler Weinand, kepala investment officer di Regan Capital.

Indeks harga konsumen naik 0,4% pada bulan Februari dan 3,2% dari tahun ke tahun, demikian laporan Bureau of Labor Statistics pada hari Selasa. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan 0,4% bulan lalu dan 3,1% dari tahun ke tahun. Inflasi inti, yang menghilangkan makanan dan energi dari pembacaan utama, naik 0,4% pada bulan Februari, dibandingkan dengan kenaikan perkiraan sebesar 0,3%.

Investor tidak terlalu khawatir laporan itu akan mengubah ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve pada bulan Juni. Namun demikian, jalur bank sentral menuju target 2% bisa tetap “berombak-ombak,” menurut ekonom kepala LPL Financial Jeffrey Roach.

“Pengalaman inflasi sedikit seperti konsentrasi di pasar ekuitas saat ini,” kata Roach. “Di luar biaya tempat tinggal dan harga gas, inflasi akan menjadi stabil.”

Investor sekarang beralih perhatiannya ke laporan indeks harga produsen yang akan datang minggu ini dan pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve berikutnya pada akhir bulan ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BRI Berangkatkan 12.352 Pemudik Lebaran 2026, Sediakan 238 Bus dan Posko di Tol Trans Jawa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

BRI Peduli Tebar 279 Ribu Paket Sembako dan Santuni 8.500 Anak Yatim di Ramadan 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Danantara Buka Pendaftaran Gelombang II Mitra Proyek Sampah Jadi Listrik

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru