Wall Street Lanjutkan Reli, Indeks Dow Jones Berbalik Positif Sepanjang Tahun 2026

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis sore (31/3/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (1/4/2026) WIB. Tiga indeks utama melanjutkan reli kenaikan karena optimisme investor terhadap kelangsungan gencatan senjata antara AS dan Iran.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York naik 275,88 poin atau 0,58% ke level 48.185,80. Indeks S&P 500 (SPX) terangkat 0,62% dan berakhir di posisi 6.824,66. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) menguat 0,83% menjadi 22.822,42.

Kenaikan ini membuat indeks Dow Jones akhirnya bergerak ke zona positif sepanjang tahun berjalan 2026. Angka pertumbuhannya kini mencapai 0,25%. Pasar merespons positif jeda konflik di Timur Tengah yang sudah berlangsung selama lima minggu.

Sektor teknologi ikut mendorong penguatan indeks S&P 500. Saham Meta Platforms melonjak 2,6% setelah perusahaan meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbarunya. Saham defensif seperti Walmart dan perusahaan utilitas American Electric Power juga mengalami kenaikan.

Harga minyak mentah dunia terpantau naik meski pasar saham menguat. Minyak West Texas Intermediate (WTI) menetap di level USD 97,87 per barel atau naik lebih dari 3%. Minyak mentah Brent juga terkerek 1% ke posisi USD 95,92 per barel.

Sentimen pasar sedikit mereda setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, setuju membuka negosiasi langsung dengan Lebanon. Sebelumnya, ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyebut serangan Israel ke Lebanon melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Ketegangan mulai menurun sejak Selasa malam saat Presiden Donald Trump setuju menghentikan serangan terhadap Iran. Gencatan senjata ini bergantung pada kesediaan Iran membuka kembali Selat Hormuz. Jalur air penting tersebut rencananya akan dibuka selama dua minggu ke depan.

Meski demikian, lalu lintas kapal di selat tersebut belum pulih sepenuhnya. Hanya beberapa kapal pengangkut barang kering yang terlihat melintas. Kapal pengangkut minyak masih belum melewati jalur kunci tersebut.

Rick Wedell, Chief Investment Officer RFG Advisory, memberikan pandangannya mengenai situasi pasar saat ini. Ia menilai keberadaan kesepakatan tersebut memberikan harapan baru bagi para pelaku pasar.

“Fakta gencatan senjata itu ada dan kedua belah pihak menyetujuinya memberi investor kemampuan untuk percaya situasi ini akan teratasi dalam jangka panjang,” ujar Wedell dalam wawancara dengan CNBC.

Wedell juga mengingatkan adanya dampak ekonomi jika jalur perdagangan terus terhambat. Ia menyoroti pentingnya pembukaan kembali akses di wilayah tersebut.

“Semakin lama selat itu tetap tertutup, semakin sulit untuk membuka kembali semuanya dan semakin lama guncangan pasokan semacam ini akan bertahan,” tambah Wedell.

Pasukan militer AS sendiri tetap disiagakan di sekitar Iran. Trump menegaskan penempatan pasukan akan berlanjut sampai Teheran mematuhi perjanjian sepenuhnya. Ia memperingatkan akan adanya balasan militer besar jika terjadi pelanggaran kesepakatan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam, Bursa Saham Eropa Berakhir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Retak, Bursa Saham Asia Mayoritas Memerah

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

Wall Street Melompat Tajam, Gencatan Senjata AS-Iran Picu Gairah Investor

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru