Wall Street Longsor! Dow Anjlok 178 Poin, Nasdaq Merosot Hampir 2%! Ada Apa?
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street melemah tajam pada penutupan perdagangan hari Selasa (7/1/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (8/1/2025) WIB. Data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan memicu k...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street melemah tajam pada penutupan perdagangan hari Selasa (7/1/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (8/1/2025) WIB. Data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve belum akan menurunkan suku bunga. Hal ini mendorong lonjakan imbal hasil obligasi yang semakin menekan pasar.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York turun 178,20 poin atau 0,42% menjadi 42.528,36. Indeks S&P 500 (SPX) merosot 1,11% atau 66,35 poin ke posisi 5.909,03. Sementara itu, Indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, anjlok sebesar 1,89% atau 375,3 poin mencapai 19.489,68.
Awalnya, pasar sempat menguat. Namun, laporan Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan sektor jasa tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada Desember. Hal ini memunculkan kembali kekhawatiran inflasi.
Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun naik lebih dari 7 basis poin ke 4,693%, bahkan sempat menyentuh 4,699%, level tertinggi sejak April. "Ekspektasi inflasi dan suku bunga The Fed kembali disesuaikan, memicu aksi jual setelah optimisme di awal hari," kata Tom Hainlin, Senior Investment Strategist di U.S. Bank Asset Management Group.
Saham teknologi terpukul paling parah. Nvidia anjlok 6,2% setelah mencatat rekor sebelumnya. Perusahaan ini baru saja meluncurkan chip terbaru berbasis arsitektur Blackwell. Namun, investor memanfaatkan momen untuk merealisasikan keuntungan.
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...