back to top

Wall Street Menguat, Saham Teknologi Raksasa jadi Penopang Utama

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu sore (18/2/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (19/2/2026) WIB. Kenaikan ini didorong oleh penguatan sejumlah saham teknologi raksasa. Para pelaku pasar juga mencermati rilis notulensi rapat kebijakan terbaru dari bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York naik 129,84 poin atau 0,26% ke level 49.663,03. Indeks S&P 500 (SPX) juga menguat 0,56% dan berakhir di posisi 6.881,32. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, bertambah 0,78% menjadi 22.753,63.

Saham Nvidia menjadi salah satu motor penggerak utama dengan kenaikan hampir 2%. Penguatan ini terjadi setelah Meta mengumumkan rencana penggunaan jutaan chip Nvidia untuk pembangunan pusat datanya pada hari Selasa. Langkah Meta ini memberikan sentimen positif bagi raksasa produsen semikonduktor tersebut.

Raksasa e-commerce Amazon juga mencatatkan kenaikan sekitar 2%. Data regulasi menunjukkan perusahaan investasi Pershing Square milik Bill Ackman menambah kepemilikan saham di Amazon sebesar 65% pada kuartal keempat. Kini, Amazon menjadi aset terbesar ketiga dalam portofolio dana investasi tersebut.

Saham Micron Technology melonjak 5% setelah Appaloosa Management milik David Tepper meningkatkan investasinya di perusahaan produsen memori itu. Di sisi lain, sektor teknologi industri juga menunjukkan taji. Saham Trimble tercatat menguat 2% pada sesi perdagangan kali ini.

Stephen Lee dari Logan Capital Management melihat fenomena penguatan pasar yang mulai meluas ke perusahaan teknologi yang kurang populer. Ia menilai pasar kini menjadi lebih selektif dalam memilih saham-saham pemenang.

“Saya tidak yakin hari ini sebenarnya menghilangkan tesis perluasan pasar ketika kita melihat pemenang relatif,” ujar Stephen Lee.

Investor juga membedah notulensi rapat The Fed bulan Januari. Dokumen tersebut mengungkap para pejabat sepakat mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5% hingga 3,75%. Namun, para pejabat bank sentral masih terbagi pendapat mengenai arah kebijakan moneter ke depannya.

Di pasar komoditas, harga minyak dunia melonjak menyusul perkembangan hubungan antara AS dan Iran. Wakil Presiden JD Vance menyebut Iran gagal memenuhi batasan yang ditetapkan AS dalam pembicaraan nuklir pekan ini. Ia menegaskan opsi militer masih mungkin dilakukan jika diplomasi menemui jalan buntu.

Kenaikan Wall Street hari ini terjadi setelah sesi perdagangan yang cenderung tenang sebelumnya. Sektor perangkat lunak (software) sebelumnya sempat tertekan akibat kekhawatiran disrupsi teknologi kecerdasan buatan. Namun, optimisme terhadap saham-saham berkapitalisasi besar kembali mengangkat indeks ke zona hijau.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bayer Anjlok 7% Usai Usul Damai Kasus Roundup, Bursa Saham Eropa Tetap Melaju Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Bursa Saham Asia Menguat, Nikkei Akhiri Tren Turun Tiga Hari

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak...

Wall Street Naik Tipis, Saham Bank Bersinar Saat Sektor Software Tertekan AI

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru