Wall Street Perkasa Berkat Harga Minyak, Dow Jones Cetak Rekor Penutupan Tertinggi
STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu sore (27/5/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (28/5/2026) WIB. Indeks Dow Jones In...
Eric Parnell, Chief Market Strategist Great Valley Advisor Group, memberikan analisanya terkait fenomena ini. Ia menyoroti valuasi sektor teknologi yang sudah terlalu tinggi.
โDampak transformatif AI di tahun-tahun dan dekade mendatang tidak dapat dilebih-lebihkan, namun valuasi saat ini terkait banyak saham semikonduktor yang menyediakan infrastruktur komputasi sudah sangat berbusa dan melampaui kenyataan,โ ujar Parnell.
Parnell mengingatkan para investor agar tetap waspada terhadap perputaran siklus pasar. Ia melihat adanya risiko penurunan setelah lonjakan besar terjadi.
โMeskipun kita berada dalam siklus booming untuk saham cip hari ini, penting untuk diingat siklus penurunan secara historis selalu mengikuti,โ tambah Parnell.
Saham perbankan raksasa JPMorgan juga menjadi pemberat pasar dengan penurunan sebesar 2%. Hal ini terjadi setelah CEO JPMorgan, Jamie Dimon, mengeluarkan pernyataan terkait rencana ekspansi perusahaan.
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Wall Street Bangkit, Lonjakan Saham Microsoft Akhiri Tren Negatif Nasdaq
- Shell Cetak Laba USD 9,8 Miliar, Bursa Saham Eropa Melaju di Tengah Konflik AS-I...
- Mayoritas Bursa Asia Terkoreksi, Nikkei Menguat, Kospi Turun Lebih dari 1%
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%