2023, Indo Tambangraya Megah Bidik Volume Penjualan Batubara 21,5-22,2 Juta Ton
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menargetkan total volume penjualan batubara sebesar 21,5-22,2 juta ton pada 2023. Adapun total volume produksi batubara Perseroan diproye...
Terkait kinerja keuangan ITMG, Yulius mengemukakan, sepanjang triwulan pertama 2023, Perseroan mencatat perolehan rata-rata harga jual batubara sebesar US$151 per ton atau setara dengan kurun waktu yang sama tahun lalu. Dengan harga jual rata-rata ini, Perusahaan membukukan penjualan bersih sebesar USD$686 juta, meningkat 7% daripada triwulan yang sama pada tahun sebelumnya. Adapun marjin laba kotor dibukukan 39% pada triwulan pertama tahun ini.
Pada triwulan pertama 2023, Perusahaan juga mencatat perolehan EBITDA sebesar US$ 239 juta. Sedangkan laba bersih tercatat sebesar US$183 juta, turun 14% dari US$213 juta di kurun waktu yang sama tahun lalu. โPerusahaan terus menerapkan manajemen kas yang bijak, sehingga berhasil mempertahankan neraca yang solid,โ papar Yulius
Hingga akhir Maret 2023, total aset Perusahaan tercatat sebesar US$2,8 miliar dengan total ekuitas sebesar US$ 1,7 miliar. Perusahaan juga memiliki posisi kas dan setara kas yang solid sebesar US$1,5 miliar. Adapun laba bersih per saham dibukukan sebesar US$ 0,16 per saham.
- 1
- 2
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026