JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Niramas Utama Tbk (JELI) memberikan klarifikasi terkait kejadian tidak wajar yang terjadi pada perdagangan saham perseroan setelah muncul antrean penawaran jual sekitar 68 juta lot pada 30 Juli 2026.
Jumlah tersebut jauh melampaui total saham JELI yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 12,66 juta lot. Dari jumlah itu, sekitar 2,66 juta lot merupakan saham yang dimiliki masyarakat.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Corporate Secretary JELI, Felicia Novianti Lukman, Sabtu 1 Agustus 2026, antrean penawaran jual tersebut hanya tercantum dalam order book dan tidak otomatis menunjukkan transaksi yang telah terjadi.
Perseroan menjelaskan kemunculan antrean jual dalam jumlah besar tersebut menarik perhatian pelaku pasar. Pada saat yang sama, saham JELI mengalami peningkatan tekanan jual dan volatilitas yang berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap perdagangan saham perseroan.
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Market Cap BEI Naik 0,48 Persen Jadi Rp10.923T Dalam Sepekan
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%