back to top

Ramalan Feng Shui 2026: 5 Shio Ini Diprediksi Banjir Cuan di Tahun Kuda Api

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Founder Feng Shui Consulting Indonesia, Yulius Fang, menilai tahun 2026 sebagai periode penuh momentum investasi. Memasuki Tahun Kuda Api, pelaku pasar modal perlu mengombinasikan optimisme dengan kedisiplinan pengelolaan keuangan tinggi.

Tahun Kuda Api atau Bing Wu ini berlangsung mulai 17 Februari 2026 hingga 5 Februari 2027. Karakteristik tahun ini diprediksi membawa energi pergerakan ekonomi yang sangat cepat.

“Tahun Kuda Api membawa energi optimisme dan pergerakan cepat, namun kunci keberhasilan justru ada pada strategi yang tenang dan bertahap. Investor sebaiknya mengatur cash flow dengan baik, menghindari overconfidence, dan fokus pada pertumbuhan yang konsisten. Slow and steady win the race, melangkah mantap menuju kemajuan akan memberikan hasil yang lebih berkelanjutan,” ujar Yulius Fang di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Berdasarkan analisisnya, terdapat lima shio yang berpotensi meraih keberuntungan besar atau cuan pada 2026. Daftar tersebut mencakup Shio Kelinci, Kuda, Kambing, Kerbau, dan Anjing.

Kelompok shio ini diprediksi lebih mudah memperoleh peluang penghasilan tambahan atau bonus. Namun, Yulius mengingatkan keberhasilan finansial sangat bergantung pada kemahiran mengelola uang.

“Atur keuangan pribadi dengan baik. Sometimes is not about the income, bukan masalah pendapatan, tetapi masalah manajemen keuangan. Sisihkan pendapatan untuk amal, investasi dengan risiko terukur,” tambahnya.

Di sisi lain, beberapa shio perlu mewaspadai potensi beban pikiran atau tantangan dalam berbisnis. Shio Tikus, Kerbau, Ayam, Kelinci, dan Kuda diprediksi mengalami tekanan mental yang lebih tinggi. Khusus untuk Shio Tikus dan Kerbau, tantangan dalam mengelola keuangan terasa lebih berat.

Kedua shio tersebut disarankan memiliki perencanaan finansial serta pemilihan instrumen investasi yang lebih hati-hati. Untuk mempertajam keputusan, investor bisa bertukar pikiran dengan pemilik Shio Babi, Tikus, dan Monyet karena mereka dinilai memiliki intuisi kuat tahun ini.

Terkait rekomendasi sektor, Yulius menyoroti empat bidang usaha potensial. Sektor tersebut meliputi air, listrik, properti atau tanah, serta pertambangan logam khususnya emas dan tembaga.

Ia mencermati pergerakan dua grup besar yang mendominasi pasar saat ini, yakni grup milik Prajogo Pangestu dan grup Saratoga. Keduanya dinilai memiliki lini bisnis yang berkaitan erat dengan sektor-sektor unggulan tersebut.

“Tinggal kalian cari sendiri saham-saham yang related dan bidang usaha yang kalian tahu. Saya rasa sektor air, kedua listrik, ketiga tanah yang bagus, keempat adalah pertambangan. Cuman yang pertambangan logam ya, emas ya, tembaga ya,” kata Yulius.

Meski sektor mineral secara umum kurang difavoritkan, ia menyerahkan keputusan pemilihan saham spesifik kepada para investor. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap bidang usaha menjadi kunci utama dalam memilah saham di kedua grup besar tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

APRINDO Luncurkan Friday Mubarak 2026, Target Transaksi Rp119 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) resmi meluncurkan...

PGEO Kembangkan Green Hydrogen  di Terminal Tanjung Sekong, Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mendukung...

PP Persero (PTPP) Tuntaskan Pembangunan Gedung UIN Malang Rp674,66 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT PP Persero Tbk (PTPP),  perusahaan konstruksi nasional...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru