Senin, Januari 12, 2026
25.4 C
Jakarta

6 Saham Kena Peringatan UMA, BEI Ingatkan Investor Lebih Waspada

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali merilis daftar saham yang masuk dalam pengawasan karena mengalami pergerakan harga tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA). Total ada 6 saham yang masuk radar BEI pada Rabu (3/9/2025).

Saham-saham tersebut adalah PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS), PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN), PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS), PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), dan PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan peringatan UMA tidak otomatis menandakan adanya pelanggaran aturan pasar modal. “Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” tulisnya dalam keterbukaan informasi di laman Bursa, dikutip Kamis (4/9/2025).

BEI menjelaskan, informasi terakhir dari emiten-emiten tersebut telah dipublikasikan sebelumnya melalui laman resmi Bursa. Misalnya, MEDS terakhir menyampaikan penjelasan atas volatilitas transaksi pada 7 Agustus 2025. Sementara RMKO melaporkan registrasi pemegang efek bulanan pada tanggal yang sama.

Perusahaan lain juga sudah memberikan informasi terbaru. PTSN dan RUNS tercatat menyampaikan keterbukaan pada 27 Agustus 2025, WEGE pada 13 Agustus 2025, dan ITMA terakhir pada 3 September 2025. Menariknya, ITMA sudah dua kali sebelumnya mendapat pengumuman UMA, yakni pada 30 Juni 2025 dan 19 Maret 2025.

Yulianto menegaskan, Bursa masih mencermati pola transaksi keenam saham tersebut. Investor pun diminta berhati-hati dalam mengambil keputusan. “Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,” tegasnya.

Peringatan UMA memang sering kali menjadi sinyal awal agar investor lebih waspada. BEI mengingatkan agar pasar tetap memperhatikan transparansi emiten dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi.

Harga Saham

Pada penutupan perdagangan saham di BEI, Rabu, 3 September 2025, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) mencatat kenaikan tajam. Saham emiten alat kesehatan ini ditutup di level Rp75 per saham, melesat 33,93% atau naik 19 poin dari posisi sebelumnya Rp56. Sepanjang hari, harga bergerak di kisaran Rp55 hingga Rp75 dengan volume transaksi 345,5 juta saham. Angka Rp75 menjadi level tertinggi MEDS sepanjang 2025, sementara posisi terendah tercatat Rp50 pada 2 Januari. Kapitalisasi pasar MEDS kini berada di kisaran Rp117,18 miliar.

Saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) juga ikut meroket. Harga saham ditutup di Rp158 per saham, naik 12,06% atau 17 poin dari penutupan sebelumnya Rp141. Dalam perdagangan, saham sempat menyentuh level tertinggi Rp185 dan terendah Rp152 dengan volume transaksi 113,98 juta lembar. Tahun ini, saham RMKO sempat berada di titik terendah Rp89 pada 21 April dan tertinggi Rp160 pada 14 Januari. Dalam 52 minggu terakhir, saham bergerak di kisaran Rp86 hingga Rp234. Kapitalisasi pasar saat ini sekitar Rp197,5 miliar.

PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) juga mencuri perhatian. Sahamnya melonjak 15,38% atau 68 poin ke level Rp510 per saham. Dibuka di Rp500, saham ini sempat menyentuh Rp550 sebagai harga tertinggi harian dan sempat terkoreksi ke Rp462. Volume transaksi tercatat 30,01 juta lembar, jauh di atas rata-rata sebelumnya. Harga Rp510 menjadi rekor tertinggi sepanjang tahun, sedangkan terendah berada di Rp183 pada 9 April. Dalam 52 minggu terakhir, saham bergerak di kisaran Rp179 hingga Rp550. Kapitalisasi pasar PTSN kini mencapai Rp2,71 triliun.

Kenaikan juga dialami PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS). Saham ditutup di Rp121 per saham, naik 10% atau 11 poin dari Rp110. Sepanjang perdagangan, saham dibuka di Rp114 dengan level terendah Rp112 dan tertinggi Rp121. Volume transaksi tercatat 1,85 juta lembar. Harga Rp121 menjadi rekor tertinggi tahun berjalan, sementara terendah berada di Rp48 pada 3 Januari. Dalam 52 minggu terakhir, saham bergerak di rentang Rp44 hingga Rp121. Kapitalisasi pasar RUNS kini mencapai Rp119 miliar.

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatat lonjakan terbesar. Sahamnya ditutup di Rp85 per saham, naik 34,92% atau 22 poin dari Rp63. Dibuka di Rp65, harga sempat turun ke Rp64 lalu menembus level tertinggi Rp85. Volume transaksi mencapai 1,26 miliar lembar. Angka Rp85 menjadi rekor tertinggi tahun 2025, sementara terendah tercatat di Rp50 pada 28 Februari. Dalam 52 minggu terakhir, saham WEGE bergerak di kisaran Rp50 hingga Rp92. Kapitalisasi pasar perseroan kini Rp813,62 miliar.

Saham PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) juga menguat. Harga ditutup di Rp1.075 per saham, naik 3,86% atau 40 poin dari Rp1.035. Dibuka di Rp1.055, harga sempat berada di level tertinggi Rp1.080 dan terendah Rp975. Volume transaksi mencapai 72,52 juta lembar. Angka Rp1.075 menjadi rekor tertinggi tahun berjalan, sementara posisi terendah tercatat Rp665 pada 12 Maret. Dalam 52 minggu terakhir, saham ITMA bergerak di kisaran Rp590 hingga Rp1.080. Kapitalisasi pasar ITMA kini mencapai Rp1,07 triliun.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kabar Gembira bagi Investor, BEI Cabut Suspensi Dua Saham Ini Mulai Sesi I Besok

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri masa...

Adi Sarana (ASSA) Tambah Modal Anak Usaha Menjadi Rp20,51 Miliar, Buat Apa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)  telah meningkatkan...

Dwi Guna Laksana (DWGL) Lunasi Pokok dan Bunga MTN Tahun 2022 Senilai Rp205 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) mengumumkan...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru