STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Graha Layar PrimaTbk (BLTZ) telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit sebesar Rp160 miliar dari PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKB) pada 30 November 2023. Demikian dikemukakan oleh Park Seong Ho, Direktur BLTZ dalam keterbukaan informasi ke BEI, Senin (4/12).
Menurut Park, fasilitas kredit dengan jangka waktu satu tahun ini akan digunakan untuk pengambil-alihan utang atau take over loan dari The Export Import Bank of Korea (KEXIM). Fasilitas kredit ini dijamin dengan corporate guarantee dari CJ CGV Go Ltd (CJ CGV) selaku pemegang saham pengendali tidak langsung Perseroan.
Park mengatakan, alasan dan pertimbangan dilakukannya transaksi tersebut adalah untuk mendukung kegiatan usaha utama Perseroan, khususnya dalam hal pengambil-alihan utang (take over loan).
“Transaksi tersebut merupakan transaksi material karena nilainya melebihi 20% dari ekuitas BLTZ per Desember 2022 yang sebesar Rp472,96 miliar,” kata Park.
Total kewajiban BLTZ per September 2023 mencapai Rp1,67 triliun, turun 7,4% dari Rp1,8 triliun per Desember 2022. Ini terdiri atas utang jangka penderk sebesar Rp637 miliar dan utang jangka panjang Rp1,037 triliun. Adapun jumlah asset dan eukitas BLTZ, masing-masing Rp2,11 triliun dan Rp435,47 miliar.
Pada Januari-September 2023, BLTZ membukukan pendapatan sebesar Rp796,78 miliar, naik 0,34% dari Rp794,04 miliar pada periode sama 2022. Kenaikan pendapatan disertai peningkatan beban umum dan administrasi jadi Rp244,03 miliar, beban keuangan ke Rp97,84 miliar, dan beban lain-lainBLTZ Rp7,57 miliar.
Akibatnya, emiten perfilman, perekaman video, penyediaan makanan dan minuman serta jasa rekreasi dan hiburan itu kembali merugi Rp37,49 miliar per September 2023, naik 152% dari Rp14,83 miliar per September 2022.
