back to top
Jumat, Januari 23, 2026
24 C
Jakarta

Wall Street Kompak Menguat Menjelang Pertemuan Kebijakan Federal Reserve

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Menjelang berlangsungnya pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), Bursa Saham Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Senin (29/1/2024) waktu setempat atau Selasa pagi (30/1/2024).

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS naik sebesar 224,02 poin, atau sekitar 0,59%, menjadi 38.333,45. Sementara itu, indeks S&P 500 (SPX) mengalami lonjakan sebesar 36,96 poin, atau sekitar 0,76%, mencapai 4.927,93. Setali tiga uang, indeks komposit Nasdaq (IXIC), juga melesat signifikan sebesar 172,68 poin, atau sekitar 1,12%, mencapai 15.628,04.

Pertemuan Federal Open Markets Committee dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari, dimulai dari Selasa (30/1/2024). Para pelaku pasar berekspektasi, hasil pertemuan tersebut tidak akan mengubah suku bunga The Fed dari kisaran 5,25% hingga 5,50%. Pimpinan The Fed, Jerome Powell, sebelumnya telah menegaskan bahwa tidak akan ada pemangkasan suku bunga sebelum inflasi turun ke angka dua persen, sesuai target yang ditetapkan.

Optimisme para investor juga tercermin dari pergerakan angka indeks, yang dipengaruhi oleh harapan positif menjelang rilis laporan perolehan laba kuartalan. Adapun sejumlah perusahaan teknologi terkemuka siap melaporkan laba kuartalan seperti Alphabet, Microsoft, Qualcomm, Apple, Amazon, dan Meta Platforms.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, 10 di antaranya mengakhiri perdagangan di teritori positif. Secara khusus, indeks sektor teknologi informasi mengalami peningkatan sebesar 0,97%. Ini menunjukkan kepercayaan yang kuat dari investor terhadap sektor tersebut.

Peningkatan tersebut mencerminkan sikap optimis pelaku pasar terhadap prospek ekonomi dan kebijakan moneter yang akan datang, meskipun dihadapkan pada ketidakpastian yang terus berlanjut terkait dengan inflasi dan perkembangan global. Pasar akan terus memantau hasil pertemuan Federal Reserve serta laporan perusahaan yang akan dirilis, sebagai indikator penting bagi arah pergerakan pasar ke depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Indonesia – Swiss Perkuat EBT Melalui Peluncuran Renewable Energy Skills Development

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...

IMF Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,1% di 2026, Puji Stabilitas Makroekonomi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Dana Moneter Internasional (IMF) menilai perekonomian...

Astra Agro Lestari (AALI) Akui Bayar Denda Rp571 Miliar kepada Satgas PKH

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru