STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung bergerak sideways pada perdagangan Rabu (8/5/2024). Demikian dikemukakan oleh Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, dalam laporan riset yang dipublikasikan hari ini.
“Hari ini IHSG akan cenderung bergerak sideways di range 7080-7150. Level support IHSG di 7080-7100, sedangkan level resist berada di 7150-7180,” ujar Fanny.
Pada penutupan perdagangan Selasa (7/5/2024), IHSG berakhir melemah 12,278 poin atau turun 0,17% menjadi 7.123,612, dari penutupan Senin (06/5/2024) di level 7.135,890. Aksi profit taking atas harga saham 290 dari 782 emiten yang sahamnya ditransaksikan, Selasa (07/5/2024) menekan IHSG ke zona merah. IHSG hari kemarin sempat mencapai level tertinggi harian di 7.159,767 dan terendah di 7.108,176. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 683 Miliar. Saham – saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, ASII, AKRA dan JSMR.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas merekomendasikan saham – saham berikut:
1.BBCA: Spec Buy
Beli di 9600, cutloss jika break di bawah 9450. Jika tidak break di bawah 9600, potensi naik ke 9875-10000 short term.
2.BMRI: Spec Buy
Beli di 6200, cutloss jika break di bawah 6150. Jika tidak break di bawah 6200, potensi naik ke 6400-6500 short term.
3.HRTA: Buy on Weakness
Beli di 390, cutloss jika break di bawah 378. Jika tidak break di bawah 378, potensi naik ke 400-406 short term.
4.EXCL: Spec Buy
Beli di 2380, cutloss jika break di bawah 2350. Jika tidak break di bawah 2380, potensi naik ke 2480-2550 short term.
5.INTP: Spec Buy
Beli di 7075, cutloss jika break di bawah 7000. Jika tidak break di bawah 7075, potensi naik ke 7250-7300 short term.
6.CMRY: Spec Buy
Beli di 4840, cutloss jika break di bawah 4780. Jika tidak break di bawah 4840, potensi naik ke 4950-5000 short term.
