STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan bergerak fluktuatif pada perdagangan saham Jumat (5/7/2024). Laju IHSG diprediksi bakal berada pada kisaran 7.200-7.240. Hal itu disampaikan oleh tim analis Phintraco Sekuritas, dalam risetnya yang dipublikasikan hari ini.
Pada penutupan perdagangan Kamis (4/7/2024), IHSG berakhir menguat 24,134 poin atau naik 0,34% menjadi 7.220,889, dari penutupan Rabu (03/7/2024) di posisi 7.196,755. IHSG kembali ditutup menguat, bahkan menembus level 7.200. Harga saham 351 emiten ditutup menguat dari 788 emiten yang sahamnya ditransaksikan, Kamis (04/7/2024). IHSG hari kemarin sempat naik ke posisi tertinggi harian di 7.262,838.
Menurut analis dari Phintraco Sekuritas, tanpa arahan dari Wall Street pada hari Kamis (4/7), IHSG mungkin akan mengalami kegamangan pada perdagangan Jumat hari ini. Secara teknikal, indikator Stochastic RSI menunjukkan kondisi yang sangat overbought. Kondisi ini menyebabkan kemungkinan rally penguatan IHSG tertahan pada Jumat (5/7).
Mereka menambahkan, IHSG ditopang oleh penguatan lanjutan nilai tukar Rupiah mencapai Rp16.325/US$ (-0,24%) pada Kamis (4/7) sore. Penguatan ini dipicu oleh meningkatnya spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada September 2024. Beberapa ekonom bahkan mulai mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan sebanyak tiga kali di tahun 2024. Faktor pendorongnya antara lain pelemahan data sektor tenaga kerja di AS dan penurunan signifikan indeks sektor jasa di AS pada bulan Juni 2024.
“Top picks di Jumat (5/7/2024) meliputi HMSP, BFIN, BUKA, MAIN dan CPIN” jelas tim analis Phintraco Sekuritas,”

Berikut beberapa analisa lengkap saham rekomendasi tim analis Phintraco Sekuritas:
1.AUTO – Trading Buy:
Rebound di area support dan tidak membentuk new low baru sehingga berpotensi membentuk double bottom. Didukung dengan stochastic RSI dan MACD yang golden cross diiringi volume yang cukup solid. Susunan candle juga membentuk three white soldier yang mengindikasikan adanya potensi kenaikan.
Entry : 1980-2010
Stop-loss : <1950
Target 2: 2300
Target 1: 2150
2.MAIN – Trading Buy:
Membentuk pola candle marobozu dengan volume yang solid mengindikasikan adanya potensi kenaikan. Didukung dengan stochastic RSI dan MACD yang golden cross, disertai harga yang solid diatas garis MA5 dan MA20
Entry : 680
Stop-loss : <650
Target 2: 825
Target 1: 750
3.TMAS – Speculative Buy:
Berhasil breakout dari area double bottom di 160 dan berhasil breakout diatas garis MA200. Didukung dengan stochastic RSI dan MACD yang golden cross. Jika bertahan diatas 160 maka double bottom terkonfirmasi.
Entry : 160-164
Stop-loss : <157
Target 2: 180
Target 1: 171
