spot_img

BEI Awasi Ketat Perkembangan Saham Golden Flower, Ini Faktor Penyebabnya

STOCWATCH.ID (JAKARTA)- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini tengah melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan saham PT Golden Flower Tbk (POLU) karena harganya bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

Menurut Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam pengumuman, Rabu (21/8/2024), Otoritas Bursa memantau  telah terjadi peningkatan harga saham POLU di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). “Informasi ini kami sampaikan dalam rangka perlindungan investor,” ujarnya.

Yulianto mengatakan, informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 5 Agustus 2024 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia tentang laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Sehubungan dengan terjadinya UMA atas  saham POLU, papar Yulianto, Bursa meminta kepada investor untuk memperhatikan jawaban manajemen  Perseroan atas permintaan konfirmasi BEI atas perkembangan harga tersebut. Investor juga diminta mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

Selain itu, Yulianto pun berharap agar investor mengkaji kembali rencana corporate action (aksi korporasi) Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. Investor juga perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi atas saham tersebut di atas.

Yulianto mengingatkan bahwa pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tersebut tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Beda Langkah Petinggi CYBR: Direktur Borong 10,2 Juta Saham, Komisaris Pilih Lepas Kepemilikan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Patrick Rudolf Dannacher, Direktur PT ITSEC...

BEI Buka Gembok, Saham Ini Bisa Ditransaksikan Mulai Besok

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut...

MBMA Gelar Buyback Rp1,46 Triliun Mulai 17 Juni, Laba per Saham (EPS) Diproyeksi Meningkat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) berencana...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru