Senin, Januari 12, 2026
24.4 C
Jakarta

Siap-siap! Defisit APBN 2025 Rp616 Triliun Ditambal Utang

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –  Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengelola kebijakan fiskal secara pruden dan berkesinambungan guna mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan melalui pengelolaan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang terkendali dan strategi pembiayaan yang berhati-hati.

Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), mengemukakan, defisit APBN 2025 sebesar 2,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau secara nominal sebesar Rp616 triliun.

“Pembiayaan defisit APBN 2025 akan dipenuhi melalui pembiayaan utang yang secara neto sebesar Rp775,8 triliun dan pembiayaan nonutang yang secara neto sebesar minus Rp159,7 triliun,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (27/12/2024).

Ramdan menjelaskan, pembiayaan utang ini akan dilakukan melalui penerbitan global bond, penarikan pinjaman luar negeri dan dalam negeri, serta penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar domestik.

“Strategi penerbitan SBN baik dari sisi besaran, jadwal penerbitan, tenor, instrumen, maupun metode penerbitan termasuk melalui transaksi bilateral (bilateral buyback/debt switch) dan penawaran umum, dilakukan secara terukur, antisipatif dan fleksibel,” katanya.

Penerbitan SBN juga didukung oleh pengelolaan portofolio utang yang efektif dengan menerapkan prinsip kehati-hatian serta didukung manajemen risiko utang yang kuat, sehingga dapat menjaga stuktur utang Pemerintah tetap sehat, aman dan berkesinambungan.

Ramdan menambahkan, BI mengarahkan kebijakan moneter tahun 2025 secara konsisten untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5±1% dan terjaganya stabilitas nilai tukar Rupiah guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (*/yan)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Konflik AS-Venezuela Memanas, OJK Minta Lembaga Keuangan Waspadai Risiko Global

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati ketegangan...

Menkeu Purbaya Perketat Investasi Taspen dan Asabri, Ini Kata OJK

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperketat...

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp41 Triliun hingga Desember 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru